Produktivitas budidaya bawang
merah di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, masih menghadapi tantangan
serius. Inovasi light trap mulai diterapkan oleh petani di wilayah tersebut
melalui dukungan dari pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani. Tingkat adopsi
teknologi ini bervariasi antarpetani. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
menganalisis persepsi petani bawang merah yang mengadopsi teknologi light trap
di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk; (2) menganalisis pembentuk persepsi
petani terhadap inovasi light trap ditinjau dari faktor internal serta faktor
eksternal; dan (3) menganalisis pengaruh faktor internal dan eksternal sebagai
pembentuk persepsi petani bawang merah terhadap karakteristik inovasi teknologi
light trap. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif teknik survei.
Lokasi ditentukan secara purposive di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk,
Provinsi Jawa Timur. Sampel 45 responden melalui teknik proportionate
stratified random sampling berdasarkan Slovin. Metode analisis yaitu uji instrumen
(uji validitas dan reliabilitas), uji asumsi klasik (uji normalitas, uji
multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas), transformasi data ordinal ke
interval menggunakan Method of Successive Interval, analisis data regresi
linear berganda, dan uji hipotesis (uji simultan, uji parsial, dan uji
koefisien determinasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani
terhadap karakteristik inovasi light trap secara umum positif: (1) Keuntungan
relatif berada dalam kategori sangat menguntungkan; (2) Kesesuaian dalam
kategori cukup sesuai; (3) Kerumitan dalam kategori sangat mudah; (4) Kemudahan
diuji coba dalam kategori tinggi; dan (5) Kemudahan diamati dalam kategori
sangat tinggi. Secara parsial, keuntungan relatif, kompatibilitas, kompleksitas,
dan observabilitas berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani terhadap
inovasi light trap, sedangkan trialabilitas tidak berpengaruh signifikan.
Secara simultan, karakteristik inovasi light trap berpengaruh signifikan
terhadap persepsi petani.