Nila Prihartanti. K1221052. Pembimbing: Dr. Edy Suryanto,
M.Pd. KARAKTER TOKOH UTAMA DAN NILAI MORAL PADA ANTOLOGI CERPEN KEMILAU CAHAYA DAN PEREMPUAN BUTA KARYA
GUS TF SAKAI SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI MATERI AJAR TEKS CERPEN BERMUATAN
PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SMK. Skripsi. Surakarta. Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Maret 2025.
Penelitian
ini bertujuan untuk mendeskipsikan dan
menjelaskan: (1) karakter tokoh utama dalam antologi cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta karya
Gus TF Sakai, (2) nilai moral, (3) pemanfaatan hasil analisis karakter tokoh
utama dan nilai moral dalam antologi cerpen Kemilau
Cahaya dan Perempuan Buta karya Gus TF Sakai sebagai materi ajar teks
cerpen bermuatan Profil Pelajar Pancasila di SMK. Pendekatan penelitian adalah
kualitatif. Data pada penelitian ini adalah karakter tokoh utama dan nilai
moral antologi cerpen Kemilau Cahaya dan
Perempuan Buta karya Gus TF Sakai. Sumber data penelitian adalah antologi
cerpen Kemilau Cahaya dan Perempuan Buta
karya Gus TF Sakai dan informan (Guru Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas XI SMK). Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive
sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik analisis dokumen dan
wawancara mendalam menggunakan pertanyaan terbuka. Teknik validitas data yang
digunakan adalah teknik triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Teknik
analisis data menggunakan teknik analisis interaktif model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan: pertama, karakter tokoh utama yang
tergambar melalui id, ego, dan superego, yakni sebagai berikut: (a)
Santi memiliki karakter yang tertutup, mempertahankan egonya, mudah cemas,
penuh tanggung jawab, dan sensitif terhadap tekanan sosial; (b) Perempuan Buta
memiliki karakter yang kuat terhadap keinginannya, memiliki kemampuan adaptasi
dan kontrol diri yang baik; (c) Sasa memiliki karakter yang lugu dan impulsif,
sedangkan Leha memiliki karakter yang rasional, penuh pertimbangan, dan
memiliki kekhawatiran berlebih; (d) Rahmi memiliki karakter yang emosional,
tertutup, sensitif, pekerja keras, dan tulus; (e) Delia memiliki karakter yang
tidak sabar, penuh pertimbangan, dan penuh empati. Karakter tokoh yang paling
dominan tergambar melalui id, hal
tersebut dikarenakan karakter tokoh yang muncul didasarkan pada naluri yang
berasal dari diri tokoh sendiri. Kedua,
nilai moral yang terkandung dalam antologi cerpen tersebut, di antaranya (a)
terdapat tujuh nilai moral hubungan manusia dengan diri sendiri, (b) terdapat
tujuh nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan
lingkungan alam, (c) terdapat empat nilai moral hubungan manusia dengan
Tuhannya. Nilai moral yang dominan pada antologi cerpen tersebut adalah nilai
moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri karena dalam cerpen didominasi
bagaimana tokoh menyelesaikan permasalahan dengan dirinya sendiri sehingga
nilai moral yang tercermin juga berasal dari hubungan manusia dengan dirinya
sendiri. Ketiga, hasil analisis
karakter tokoh utama dan nilai moral pada antologi cerpen dapat digunakan
sebagai alternatif materi ajar teks cerpen di kelas XI SMK dan dapat dijadikan
alternatif kegiatan literasi pada P5. Hal tersebut dikarenakan materi ajar yang
telah disusun sesuai dengan kriteria materi ajar yang baik, yakni relevansi
karena teks cerpen tersebut ditulis dengan bahasa yang sederhana dan kisahnya
berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.