Kebutuhan
akan suatu pembelajaran kimia yang kontekstual berbasis praktikum dan
berbantuan teknologi pada materi laju reaksi penting dilakukan guna
meningkatkan keterampilan berpikir sistem peserta didik. Model pembelajaran
yang dapat diterapkan sebagai solusi permasalahan tersebut yaitu STEM-PjBL
berbantuan fotometer sederhana dan SOCME. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis
perbedaan rerata keterampilan berpikir sistem peserta didik dengan model
pembelajaran STEM-PjBL berbantuan fotometer sederhana dan SOCME pada materi
laju reaksi di SMA Negeri 2 Boyolali, (2) mengeksplorasi sikap peserta didik
terhadap keterampilan berpikir sistem peserta didik dan implementasi
pembelajaran STEM-PjBL berbantuan fotometer sederhana dan SOCME pada materi
laju reaksi di SMA Negeri 2 Boyolali. Metode yang digunakan pada penelitian ini
adalah mixed methods dengan model Explanatory Sequential Design.
Sampel penelitian adalah 32 peserta didik kelas XI 2 SMA Negeri 2 Boyolali yang
diperoleh melalui teknik Cluster Random Sampling. Teknik analisis data kuantitatif
menggunakan uji beda rerata non parametrik Wilcoxon dengan software SPSS
dan analisis Racking and Stacking menggunakan software Winstep.
Teknik analisis data kualitatif dari wawancara menggunakan software
Quirkos. Hasil penelitian kuantitatif dengan uji statistik non parametrik
Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi <0>Racking and Stacking didapatkan
perbedaan nilai logit keterampilan berpikir sistem (+0,46) yang mengindikasikan
jika intervensi yang dilakukan memiliki efek positif dalam meningkatkan sikap peserta
didik. Namun, peningkatan tersebut tidak sebesar pada STEM-PjBL yang mengalami
penurunan logit sebesar (-0,47). Hasil ini sejalan dengan data kualitatif pada
wawancara dan observasi yang menunjukkan adanya sikap positif dari peserta
didik terhadap implementasi pembelajaran STEM-PjBL dan keterampilan berpikir
sistem. Aktivitas praktikum dengan alat fotometer sederhana dan proyek SOCME menjadi
pengalaman yang bermakna bagi peserta didik.