Penelitian ini bertujuan untuk pertama menganalisis persepsi masyarakat terhadap kinerja sistem peringatan dini (early warning system) dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami di Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap; kedua menganalisis tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami. Penelitian ini merupakan penelitian kombinasi (mixed methods). Sumber data penelitian ini meliputi wawancara mengenai persepsi masyarakat terhadap kinerja sistem peringatan dini (early warning system) dan kesiapsiagaan, informan (Instansi BPBD, Stasiun Geofisika Banjarnegara, Stakeholder, Masyarakat) dan dokumen (BPO InaTEWS, rekaman sistem peringatan dini (early warning system) berbentuk sirine). Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi terstruktur, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur secara langsung. Teknik uji validitas yang digunakan adalah tringulasi sumber data dan metodologi. Analisis data dengan menggunakan teknik kuantitatif dan tekhnik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut, pertama, analisis persepsi masyarakat terhadap kinerja sistem peringatan dini (early warning system) gempa bumi dan tsunami sudah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) namun belum meratanya jangkauan sistem secara teknis. Beberapa wilayah belum merata mendapatkan akses terhadap informasi peringatan dini saat bencana. kedua, tingkat kesiapsiagaan masyarakat di Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap menunjukkan bahwa 60% atau 3 dari 5 kelurahan telah berada pada tahap kesiapsiagaan yang hampir siap, karena wilayah-wilayah zona merah telah menerima sosialisasi dan simulasi secara rutin. Pemerintah dan instansi terkait telah memberikan intervensi yang berdampak positif terhadap peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kinerja sistem peringatan dini gempa bumi dan tsunami di Kecamatan Cilacap Selatan belum merata, kelemahannya terletak pada aspek sosialisasi, pemahaman teknis, serta kecepatan dan kejelasan informasi peringatan. Meskipun sistem peringatan dini telah tersedia namun belum sepenuhnya optimal karena keterbatasan pengetahuan risiko dan kesiapsiagaan masyarakat.