Kecamatan Mojogedang,
Kabupaten Karanganyar memiliki 5.330,90 ha lahan pertanian, di mana 3.208,73 ha
merupakan lahan kering berupa tegalan dan kebun yang belum dimanfaatkan secara
optimal. Sebagian lahan dikelola intensif, sementara sebagian lainnya
terbengkalai akibat kendala rendahnya bahan organik, tingginya keasaman tanah,
serta minimnya aktivitas biologi tanah, yang berakibat pada kualitas tanah rendah.
Oleh karena itu, penilaian kualitas tanah menjadi penting untuk mendukung
pengelolaan lahan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
membandingkan dua metode analisis Indeks Kualitas Tanah (IKT), yaitu Simple
Additive dan Weighted Additive, serta mengidentifikasi faktor-faktor
penentu kualitas tanah dan memberikan rekomendasi perbaikan pada lahan tegalan
dan kebun di Kecamatan Mojogedang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif
eksploratif melalui survei lapangan dan analisis laboratorium terhadap 14
satuan peta lahan. Parameter yang dianalisis meliputi sifat fisik, kimia, dan
biologi tanah.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa metode Simple Additive
menghasilkan rerata 34,89 (rendah) untuk lahan tegalan dan 32,5 (rendah) untuk
lahan kebun. Sedangkan, metode Weighted Additive menghasilkan nilai IKT rerata
0,37 (rendah) untuk tegalan dan 0,40 (sedang) untuk kebun. Terdapat perbedaan signifikan antara nilai IKT yang dihitung
menggunakan metode Simple Additive dan Weighted Additive. Pada
metode Simple Additive, faktor penentu kualitas tanah berupa nitrogen
dan fosfor pada lahan kebun, serta nitrogen pada lahan tegalan. Sementara itu,
metode Weighted Additive menunjukkan bahwa nitrogen dan fosfor juga menjadi
faktor utama pada lahan tegalan, sedangkan nitrogen dan kejenuhan basa pada
lahan kebun. Penelitian ini memiliki keterbatasan pada jenis penggunaan lahan
dan indikator tanah yang digunakan. Oleh karena itu, studi lanjutan disarankan
mencakup seluruh tipe penggunaan lahan di wilayah studi serta menggunakan
metode evaluasi yang lebih komprehensif. Selain itu, perbaikan kualitas tanah
dapat dilakukan melalui pemupukan anorganik dan organik.