Kesuburan tanah merupakan kemampuan tanah untuk menyediakan unsur hara pada
takaran dan keseimbangan tertentu untuk menunjang pertumbuhan tanaman.
Kecamatan Tengaran terletak di kaki Gunung Merbabu dan memiliki lahan pertanian
yang cukup melimpah. Akan tetapi produktivitas lahan pertanian di lokasi
penelitian masih belum optimal karena terbatasnya data dan informasi mengenai
kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks kesuburan tanah
pada berbagai penggunaan lahan, menentukan faktor penentu kesuburan tanah, dan
memberikan rekomendasi pengelolaan lahan untuk menjaga dan meningkatkan
kesuburan tanah di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang. Penelitian dilakukan
di Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dengan metode deskriptif eksploratif
melalui survei lapangan dan analisis laboratorium. Berdasarkan overlay
peta penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, dan curah hujan
didapatkan 14 Satuan Peta Lahan (SPL). Setiap SPL diulang sebanyak tiga kali
sehingga didapatkan total 42 titik sampel. Sampel tanah diambil pada kedalaman
0-30 cm dan dianalisis sifat kimia dan fisika tanah di laboratorium. Indikator
kesuburan yang dianalisis meliputi pH, N total (%), P tersedia (ppm), K
tersedia (Cmol(+)kg-1), C organik (%), Kapasitas Tukar
Kation (Cmol(+)kg-1), Kejenuhan Basa (%), dan Tekstur.
Penentuan indeks kesuburan tanah dilakukan menggunakan metode Principal
Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks
kesuburan tanah pada berbagai penggunaan lahan tergolong tinggi hingga sangat
tinggi. Variasi indeks kesuburan tanah antar penggunaan lahan antara lain lahan
sawah sebesar 0,88-0,94; lahan kebun sebesar 0,79-0,92; dan lahan tegalan
sebesar 0,85-0,89. Indikator kesuburan tanah yang berpengaruh signifikan dan ditetapkan
menjadi faktor penentu adalah N total, C organik, dan kejenuhan basa. Berdasarkan
hal tersebut diperlukan upaya perbaikan kesuburan tanah melalui penambahan
bahan organik melalui pupuk organik dan pemanfaatan jerami, serta penerapan teknik
konservasi untuk mencegah penurunan produktivitas tanah.