Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya strategi komunikasi pemasaran dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan sertifikasi kompetensi. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah strategi Word Of Mouth, yaitu penyebaran informasi secara langsung dari individu kepada individu lain berdasarkan pengalaman nyata. Lembaga Sertifikasi Profesi Wirausaha Mandiri Indonesia (LSP WANNI) menjadi subjek dalam penelitian ini karena secara aktif menerapkan strategi tersebut sebagai sarana utama dalam mempromosikan layanan sertifikasi kepada calon peserta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi Word Of Mouth diterapkan, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan informan yang terdiri dari peserta sertifikasi, asesor, admin lembaga, serta observasi langsung dan dokumentasi pendukung. Data dianalisis secara tematik untuk mengungkap pola pola komunikasi, respon peserta terhadap informasi yang diperoleh, serta bagaimana hubungan personal mempengaruhi keputusan calon peserta dalam mengikuti sertifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Word Of Mouth yang dilakukan oleh LSP WANNI berlangsung secara informal dan bersifat langsung. Informasi mengenai jadwal, biaya, dan skema sertifikasi umumnya disampaikan melalui komunikasi antar peserta, staf internal, maupun asesor yang aktif dalam komunitas pelatihan. WhatsApp menjadi media utama dalam penyebaran pamflet, jadwal kegiatan, serta ajakan pendaftaran. Selain itu, kepercayaan terhadap lembaga juga terbentuk dari latar belakang asesor yang berpengalaman dan pendekatan pelayanan yang hangat, terbuka, serta didukung oleh fasilitas yang mendukung kenyamanan peserta selama proses sertifikasi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Word Of Mouth mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara lembaga dan peserta, membentuk kepercayaan yang kuat melalui pengalaman nyata, serta menjadi sarana promosi yang efektif dan hemat biaya. Meskipun jangkauan promosi masih terbatas, pendekatan ini tetap dinilai tepat sasaran karena menyentuh langsung jaringan peserta yang relevan dengan skema yang ditawarkan oleh lembaga.