Taman Wisata Alam (TWA) Grojogan Sewu di Kabupaten Karanganyar merupakan kawasan wisata alam yang memiliki potensi bahaya (hazard) akibat kondisi geografis dan interaksi dengan satwa liar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi hazard, menilai tingkat risiko yang ditimbulkan, serta menganalisis kelengkapan sarana dan prasarana sebagai pendukung keselamatan dan kenyamanan pengunjung. Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan kuesioner kepada 100 responden menggunakan purposive dan convenience sampling, serta observasi langsung. Analisis dilakukan menggunakan Skala Likert dan penilaian risiko berdasarkan kombinasi nilai likelihood dan severity. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 13 kasus kecelakaan selama 2022–2024, terdiri atas serangan monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) sebanyak 7 kasus (53,8%), terpeleset 3 kasus (23,1%), terjatuh 2 kasus (15,4%), dan serangan ular 1 kasus (7,7%). Risiko tertinggi berasal dari serangan monyet dan terpeleset dengan skor risiko masing-masing 15. Faktor-faktor penyebab termasuk kondisi medan yang licin, kurangnya pembatas di area kolam, dan interaksi langsung dengan satwa liar. Fasilitas seperti objek wisata, aksesibilitas, akomodasi, keamanan, dan kebersihan dinilai memadai. Namun, kekurangan ditemukan pada aspek komunikasi (internet), sistem perbankan, dan sarana kesehatan. Penelitian merekomendasikan pemasangan rambu peringatan, edukasi pengunjung, serta pemeliharaan fasilitas secara berkala. Pengelola juga diharapkan meningkatkan respons P3K dan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan, khususnya di area berisiko tinggi. Identifikasi hazard dan manajemen risiko yang tepat sangat penting untuk mendukung pengelolaan wisata alam yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.