Erian Rahayu Adi Bagus Nofrendi. K6420021. Pembimbing : Dr. Rima Vien
Permata H., S.H., M.H. INTERNALISASI NILAI-NILAI MORAL MELALUI
KESENIAN KETOPRAK BERJUDUL SAMPEK ENGTAY DALAM PROYEK
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA PADA SISWA KELAS 10
DPIB 1 SMK NEGERI 2 PATI. Skripsi: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sebelas Maret Surakarta, Maret 2025
Penelitian ini mengkaji tentang internalisasi nilai-nilai moral melalui kesenian
ketoprak berjudul Sampek Engtay dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
(P5) di SMK Negeri 2 Pati. Fokus utama penelitian adalah pementasan ketoprak
berjudul Sampek Engtay, yang mengandung pesan moral seperti kejujuran, kesetiaan,
tanggung jawab, dan toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses dan
dampak internalisasi nilai-nilai moral melalui seni pertunjukan ketoprak dalam Proyek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SMK Negeri 2 Pati. Menggunakan
pendekatan kualitatif, penelitian ini menerapkan metode wawancara mendalam,
observasi partisipatif, dan analisis dokumen untuk mengeksplorasi pengalaman serta
makna yang diberikan siswa terhadap pembelajaran berbasis seni. Sampel penelitian
dipilih secara purposive, melibatkan siswa kelas 10 DPIB 1 serta guru yang berperan
dalam kegiatan P5. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman
dan Saldana, yang mencakup kondensasi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertunjukan ketoprak berjudul
Sampek Engtay di kelas 10 DPIB 1 SMK Negeri 2 Pati memberikan dampak positif
dalam pembentukan moral siswa. Dalam proses internalisasi nilai-nilai moral melalui
kesenian ketoprak berjudul Sampek Engaty ini didukung oleh keterlibatan aktif siswa,
peran guru, serta lingkungan sekolah yang kondusif. Hal ini menegaskan bahwa seni
budaya ketoprak dapat menjadi strategi dalam penanaman nilai-nilai moral siswa dan
menawarkan implikasi bagi pengembangan metode pembelajaran yang lebih holistik
di sekolah kejuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui ketoprak, siswa
lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai- nilai moral karena pesan yang
disampaikan bersifat kontekstual dan emosional. Diskusi reflektif pasca-pementasan
juga membantu siswa dalam mengevaluasi nilai- nilai yang telah mereka pelajari.
Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa seni pertunjukan tradisional ketoprak
dapat menjadi media pembelajaran efektif dalam pendidikan moral. Dengan
mengintegrasikan kearifan lokal dalam kurikulum, sekolah dapat memperkuat Profil
Pelajar Pancasila yang berakar pada nilai-nilai moral dan budaya bangsa.