Nisaa Luthfiana Sovie, G0022164, 2025. Hubungan Lama Terapi dengan Kualitas Hidup pada Pasien Anak Immune Thrombocytopenia di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Pendahuluan: Immune Thrombocytopenia (ITP) merupakan penyakit autoimun yang ditandai oleh penurunan jumlah trombosit akibat penghancuran oleh sistem imun, sehingga meningkatkan risiko perdarahan. Durasi terapi yang panjang dapat menimbulkan dampak fisik, emosional, dan sosial terhadap pasien anak yangberpotensi menurunkan Health-Related Quality of Life (HRQoL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara lama terapi dengan kualitas hidupanak penderita ITP di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik denganpendekatan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan pada bulan Mei–September 2025. Sampel terdiri dari 16 anak usia 5–18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan metode total sampling. Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner Pediatric Quality of Life Inventory(PedsQL) 4.0 versi Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Squaredengan program SPSS.Hasil: Berdasarkan penilaian anak, 87,5% memiliki kualitas hidup baik dan 12,5% buruk, sedangkan penilaian orang tua menunjukkan 81,25% baik dan 18,75%buruk. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikanantara lama terapi dengan kualitas hidup anak (p > 0,05). Variabel perancu seperti usia, pendidikan terakhir orang tua, dan status ekonomi juga tidak menunjukkanhubungan bermakna (p > 0,05).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara lama terapi dengan kualitas hidup pasien anak penderita ITP. Secara umum, anak dengan ITP memiliki kualitas hidup yang baik pada seluruh fase terapi.Kata Kunci: Anak, Immune Thrombocytopenia, Kualitas Hidup, Lama Terapi, RSUD Dr. Moewardi.