Yoghurt adalah minuman susu fermentasi yang populer, namun kualitas dan masa simpannya dapat menurun jika penanganan dan penyimpanan tidak tepat, serta adanya kontaminasi mikroorganisme. Pemilihan jenis susu dan lama fermentasi juga sangat memengaruhi karakteristik sensori yoghurt, seperti warna, aroma, rasa, dan tekstur. Produk yoghurt yang tidak steril dapat menyebabkan kegagalan proses fermentasi dan penurunan kualitas. Selain itu, lama penyimpanan yang terlalu panjang dapat menyebabkan penurunan jumlah bakteri asam laktat (BAL) dan perubahan fisik yoghurt seperti pemisahan whey. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara hedonik produk yoghurt yang dibuat dari susu segar dengan perbedaan lama waktu fermentasi (10 jam, 15 jam, dan 20 jam) dan untuk mengetahui proses pembuatan yoghurt menggunakan susu sapi segar berdasarkan lamanya fermentasi dan menganalisis perbedaan yoghurt berdasarkan uji hedonik (warna, rasa, aroma, tekstur, dan after taste). Penelitian ini menggunakan metode uji hedonik (uji sensori/organoleptik) untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis terhadap yoghurt. Pengujian dilakukan dengan memilih dan menyiapkan bahan baku, melakukan uji coba (trial and error), dan pengujian produk. Aspek yang dikaji meliputi bahan baku utama (produk hasil ternak, susu segar, pemanis, starter, yoghurt), tahapan proses pembuatan yoghurt (pasteurisasi, fermentasi, sterilisasi alat), Uji Batas Nyata Terkecil (BNT), laju pertumbuhan Bakteri Asam Laktat (BAL), proses penyimpanan, dan proses pengemasan dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji BNT setelah uji ANOVA. Hasil uji hedonik menunjukkan bahwa yoghurt dengan lama fermentasi 15 jam memiliki skor kesukaan tertinggi secara keseluruhan. Yoghurt ini unggul dalam warna putih kekuningan, aroma masam khas, rasa asam seimbang, dan tekstur kental yang stabil, dibandingkan fermentasi 10 jam dan 20 jam. Lama waktu fermentasi secara signifikan memengaruhi karakteristik sensori yoghurt. Yoghurt yang difermentasi selama 15 jam menunjukkan hasil unggul dalam tingkat kesukaan panelis dibandingkan dengan yoghurt fermentasi 10 jam dan 20 jam. Proses pasteurisasi dan sterilisasi menentukan keberhasilan yoghurt.