Penulis Utama : Anneke Susilo Dewi
NIM / NIP : S602202001

Pendahuluan: Hospital acquired pneumonia (HAP) dan subtipenya ventilator acquired pneumonia (VAP) merupakan pneumonia nosokomial yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Perkiraan angka kematian akibat HAP adalah 20-30%, namun VAP lebih tinggi sekitar 20-50%. Diagnosis pneumonia pada pasien yang sakit kritis biasanya sulit. Tanda dan gejala dengan heterogenitas yang sangat besar, seperti dispnea, mungkin tidak dapat didiagnosis atau tidak khas, hasil rontgen dada mungkin tidak pasti, dan komplikasi juga dapat menjadi faktor pengganggu. Dengan demikian, biomarker peradangan atau infeksi, seperti procalcitonin (PCT), C-reactive protein (CRP), dan neutrophil-to-lymphocyte ratio (NLR), telah diusulkan sebagai panduan dalam proses diagnostik. Prediksi prognosis berdasarkan temuan klinis pada pasien pasien pneumonia nosokomial bertujuan untuk menentukan status perawatan dan terapi yang sesuai, untuk menekan angka mortalitas dan lama rawat inap akibat pneumonia nosokomial pada usia dewasa.Metode: Studi deskriptif analitik propektif dilakukan pada data hasil observasi pasien pneumonia selama periode 20 Mei 2025 sampai 31 Juli 2025 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisis kurva receiving operative characteristic dilakukan untuk melihat kemampuan procalcitonin, CRP, dan NLR sebagai prediktor mortalitas dan lama rawat inap. Uji chi square/Fisher dilakukan untuk melihat kesesuaian antara PCT, CRP, dan NLR dengan  mortalitas. Uji Mann Whitney dilakukan untuk menganalisis hubungan PCT, CRP, dan NLR dengan lama rawat inap.Hasil: Analisis dilakukan pada 41 data observasi pasien, dengan rerata usia adalah sebesar 58.00±14.69 tahun. Perbandingan jumlah jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada studi ini sebesar 65.9% (N= 27) dan 34.1% (N= 14). Outcome subjek dibagi meninggal (36.5%; N=15) dan pulang hidup (63.41%; N=26). PCT, CRP, dan NLR memiliki nilai AUC 0.731; 0.533; dan 0.600 Nilai cut-off point procalcitonin adalah 0.89 dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 73.3% dan 69.2%. Nilai cut-off point CRP adalah 6.41 dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 80% dan nilai spesifisitas 38.5%. Nilai cut-off point NLR adalah 13.17 dengan nilai sensitivitas dan spesifisitas sebesar 60% dan nilai spesifisitas 53.8. Nilai uji diagnostik PCT sebagai prediktor mortalitas pada pneumonia nosokomial sebesar p 0.008, sedangkan CRP (0.760) dan NLR (0.291) tidak memiliki kemampuan sebagai prediktor mortalitas (p < 0,5). Hasil uji kesesuaian ditemukan bahwa PCT memiliki nilai kesesuaian yang cukup dengan mortalitas. Dengan nilai cutoff yang sama, hasil analisis hubungan PCT (r=0.127; p=0.537), CRP (r=0.328; p=0.105), dan NLR (r=0.118; p=0.567) menunjukkan tidak berhubungan signifikan antara PCT, CRP, dan NLR terhadap lama rawat inap dengan nilai p>0.05.Simpulan: Procalcitonin memiliki kemampuan yang cukup sebagai prediktor mortalitas pada pasien pneumonia nosokomial dan dapat digunakan sebagai pilihan sistem penilaian derajat keparahan pneumonia nosokomial apabila parameter pemeriksaan lain tidak dapat terpenuhi. Kata Kunci: Pneumonia nosokomial, PCT, CRP, NLR, Mortalitas, Lama rawat inap

×
Penulis Utama : Anneke Susilo Dewi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S602202001
Tahun : 2025
Judul : Procalcitonin, CRP, Dan NLR Sebagai Prediktor Mortalitas Dan Hubungan Dengan Lama Rawat Inap Pasien Pneumonia Nosokomial.
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Kedokteran - 2025
Program Studi : PPDS Pulmonologi
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Pneumonia nosokomial, PCT, CRP, NLR, Mortalitas, Lama rawat inap
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : http://-
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. dr. Harsini, Sp.P (K), MMR, FISR
2. Dr. dr. Jatu Aphridasari, Sp.P (K), FISR
Penguji : 1. Prof. Dr. dr. Reviono,Sp.P(K),FISR
2. Prof. Dr. dr. Yusup Subagio Sutanto, Sp.P(K), FISR, FAPSR
Catatan Umum : -
Fakultas : Fak. Kedokteran
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.