Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik
yang ditandai dengan hiperglikemia kronis dan berkaitan dengan penurunan fungsi
kognitif yang dapat berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya.
Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor
faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fungsi kognitif pada pasien DMT2. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross
sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling dari
pasien DMT2 di RSUD Dr. Moewardi pada bulan Desember 2025, data diambil
melalui anamnesis, asesmen MoCA-INA, dan tinjauan rekam medis. Responden
penelitian berjumlah 60 orang. Uji bivariat dan multivariat digunakan untuk
mengevaluasi hubungan dan pengaruh status glikemik, usia, durasi diabetes, tingkat
pendidikan, hipertensi, dan body mass index (BMI) terhadap fungsi kognitif pada
pasien DMT2.
Hasil: Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara status
glikemik (p < 0,001), usia (p = 0,008), tingkat pendidikan (p < 0,001), dan BMI (p
= 0,044) dengan fungsi kognitif pada pasien DMT2, sedangkan durasi diabetes dan
hipertensi tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Analisis multivariat
dengan regresi linear berganda menunjukkan bahwa status glikemik (p < 0,001),
usia (p < 0,001), dan tingkat pendidikan (p = 0,012) berpengaruh terhadap fungsi
kognitif pada pasien DMT2, sedangkan BMI tidak menunjukkan pengaruh yang
signifikan (p = 0,423).
Simpulan: Status glikemik, usia, tingkat pendidikan berpengaruh secara
independen terhadap fungsi kognitif pada pasien DMT2.