Budidaya timun baby (Cucumis sativus
L.) pada dasarnya melibatkan tahapan persiapan lahan, pemilihan benih unggul,
penyemaian, penanaman, pemeliharaan, serta panen dan pascapanen. Dengan
penerapan teknologi pertanian organik seperti penggunaan mikoriza dan
pupuk organik cair (POC) PATEN, diharapkan pertumbuhan vegetatif dan generatif
tanaman timun baby menunjukkan peningkatan yang nyata dibandingkan tanpa
perlakuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi mikoriza
dan pupuk organik cair (POC) PATEN terhadap pertumbuhan, hasil, serta analisis
usahatani tanaman timun baby (Cucumis sativus L.). Penelitian
dilaksanakan di lahan percobaan dengan menggunakan dua perlakuan, yaitu tanaman
dengan mikoriza + POC PATEN dan tanaman tanpa perlakuan (kontrol),
masing- masing dengan 30 sampel tanaman dari total populasi 200 tanaman.
Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar
tanaman, serta hasil produksi per periode panen. Hasil pengamatan menunjukkan
bahwa pada parameter pertumbuhan, tanaman dengan perlakuan mikoriza dan
POC PATEN cenderung memiliki nilai yang kompetitif dibanding kontrol, meskipun
tidak selalu lebih tinggi. Rata-rata bobot segar tanaman perlakuan sebesar
720,4 g per tanaman, sedangkan kontrol mencapai 812,1 g per tanaman. Pada hasil
produksi, total panen dari enam kali pemetikan mencapai 38,2 kg pada perlakuan
dan 43,3 kg pada kontrol. Namun demikian, terdapat variasi hasil antarperiode,
di mana pada panen kedua tanaman dengan perlakuan justru menghasilkan bobot
buah yang lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan. Perbedaan ini menunjukkan
bahwa efektivitas perlakuan sangat dipengaruhi oleh dosis, waktu, dan
konsistensi aplikasi. Analisis usahatani menunjukkan nilai R/C ratio > 1, yang
berarti layak secara ekonomis. Meskipun total produksi perlakuan lebih rendah,
penerapan mikoriza dan POC PATEN tetap memberikan manfaat jangka panjang
berupa peningkatan kesuburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk anorganik, serta
mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Dengan demikian, mikoriza dan
POC PATEN berpotensi mendukung budidaya timun baby, terutama bila dosis
dan waktu aplikasi dioptimalkan. Hasil tugas akhir ini diharapkan dapat menjadi
dasar pertimbangan dalam pengembangan budidaya timun baby yang produktif
dan ramah lingkungan kedepannya.