Kesadaran pola hidup sehat dan juga pola pikir dari masyarakat yang belum menyadari sepenuhnya akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat menjadi keresahan tersendiri. Hal tersebut juga didukung dengan kurangnya peran dan komunikasi dari pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk merangkul dan mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Maka dari itu perlu adanya sistem dan juga program yang terencana untuk mewujudkan sinergisitas antara masyarakat dengan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Program KOTAKU salah satu program yang akhirnya tercipta untuk menciptakan pemukiman bebas kumuh dan layak huni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi dalam sosialisasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Selain itu penelitian ini juga ingin melihat faktor penghambat dan faktor pendorong apa saja yang ada dalam kegiatan sosialisasi ini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, dimana peneliti berfokus pada 6 informan dari Dinas PKP Kabupaten Sukoharjo yang terkait dengan Program KOTAKU. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah Teori Strategi Komunikasi Marhaeni Fajar dan Teori Komunikasi Harold Laswell. Hasil yang diperoleh dari strategi komunikasi ini adalah strategi penggunaan media dan non media. Strategi komunikasi menggunakan media yaitu dengan media cetak berupa spanduk dan media internet. Sedangkan strategi non media terdiri dari; pertama, strategi khalayak berdasarkan pendataan kondisi awal (baseline) 7 +1 kriteria/indikator kawasan kumuh. Kedua, strategi pesan yang disusun oleh Dinas PKP dengan mengacu pada materi pedoman pelaksanaan program KOTAKU oleh Kementerian PUPR. Dan ketiga adalah penetapan metode sosialisasi yaitu metode informatif dan edukatif. Dalam sosialisasi ini ada beberapa hambatan yaitu kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan bersih juga kurangnya kemampuan DPKP (komunikator) dalam mengkomunikasikan program ini. Kata Kunci: Strategi Komunikasi, Pemerintah, Sosialisasi, Harold Laswell