Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas Program KOTAKU dalam penataan kawasan kumuh di wilayah Semanggi Utara, Kota Surakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling, validitas data menggunakan triangulasi teknik, dan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Analisis efektivitas menggunakan teori Nakamura dan Smallwood (1980), yaitu pencapaian tujuan dan hasil, efisiensi, ketepatan sasaran, daya tanggap klien, dan sistem pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KOTAKU di Semanggi Utara belum efektif secara keseluruhan, meskipun terdapat beberapa capaian pada aspek tertentu. Pada kriteria pencapaian tujuan dan hasil, pembangunan infrastruktur telah sesuai dengan indikator kekumuhan dan berhasil mengurangi luas kawasan kumuh. Namun, beberapa target belum terpenuhi, terutama terkait akses air minum layak sesuai slogan 100-0-100, sertifikasi tanah, dan penertiban kawasan sabuk hijau. Pada kriteria efisiensi, program dinilai tepat waktu melalui koordinasi antarpihak, namun pada aspek biaya belum dapat diukur akibat keterbatasan akses terhadap data anggaran. Kriteria kepuasan masyarakat menunjukkan adanya perbaikan kondisi infrastruktur, sedangkan kondisi sosial dan ekonomi relatif sama sebelum dan sesudah penataan. Daya tanggap klien tergolong sangat baik, yang ditunjukkan melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan dan pemeliharaan kegiatan. Selain itu, sistem pemeliharaan berjalan efektif melalui pembagian peran antara KPP, pemerintah daerah, serta dukungan iuran rutin masyarakat. Ke depan, pemerintah dan pelaksana Program KOTAKU diharapkan dapat memprioritaskan pemenuhan target akses air minum layak, mempercepat proses sertifikasi tanah, serta melakukan penertiban kawasan sabuk hijau untuk mencegah munculnya kembali permukiman kumuh.