Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman jenis leguminosae dengan nilai ekonomi tinggi dan berfungsi sebagai sumber protein nabati. Upaya untuk meningkatkan produksi kacang tanah dapat dilakukan dengan penambahan bahan pembenah tanah seperti biochar dan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon pertumbuhan dan hasil panen kacang tanah terhadap pemberian dosis biochar dan jenis pupuk organik. Penelitian ini dilakukan di Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo dari April-Juli 2025. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar sekam padi (0; 10; 20; dan 30 t.ha-1). Faktor kedua adalah jenis pupuk organik (tanpa pupuk, pupuk kandang ayam, dan pupuk kandang sapi). Variabel hasil panen kacang tanah meliputi jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot biji per tanaman, jumlah biji per polong, dan bobot 100 biji. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dilanjut dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis biochar sekam padi dengan jenis pupuk organik dapat meningkatkan tinggi tanaman, umur berbunga, dan bobot kering brangkasan. Dosis biochar 20 t.ha-1 meningkatkan jumlah bunga, bobot segar brangkasan, dan bobo kering brangkasan dibandingkan dengan dosis 0 t.ha-1. Pupuk kandang ayam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, diameter batang, bobot kering brangkasan, jumlah polong per tanaman, dan bobot polong per tanaman dibandingkan dengan pupuk kendang sapi dan tanpa pupuk.