Masyarakat sekitar hutan sering kali
mengalami tingkat kesejahteraan yang rendah.
Perhutanan Sosial merupakan solusi untuk mengatasi
kemiskinan dengan memberikan akses legal pengelolaan hutan dan meningkatkan
penghidupan masyarakat lokal melalui keterlibatan dalam pengambilan keputusan
sumber daya alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi livelihood
dan kesejahteraan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Tempos Bersatu Blok Kelebut
pada areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Dusun Kelebut, Desa Tempos, Kabupaten
Lombok Barat. Penelitian dilaksanakan pada Juni-Juli 2025 dengan pendekatan
deskriptif kuantitatif melalui survei dan wawancara mendalam terhadap 25
responden yang aktif tergabung dalam KTH Tempos Bersatu Blok Kelebut. Data
dianalisis menggunakan lima modal aset penghidupan yaitu modal manusia, alam,
sosial, finansial, dan fisik, dan digambarkan dalam bentuk pentagon asset.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal alam, sosial, dan fisik
memiliki nilai kategori tinggi. Selanjutnya, modal manusia tergolong sedang karena
tingkat pendidikan dan keterampilan anggota masih rendah, sedangkan modal finansial
tergolong rendah karena sebagian besar sumber penghasilan masih bergantung pada
usaha tani tanpa banyak pekerjaan sampingan. Hal ini berdampak pada tingkat
kesejahteraan yang hanya berada pada kategori sedang dengan skor 2,23. Hambatan
utama terletak pada modal manusia dan finansial sehingga perlu ditingkatkan
melalui pelatihan keterampilan dan pembentukan lembaga simpan pinjam berbasis
kelompok. Selain itu, optimalisasi lahan melalui intensifikasi pertanian juga
dianjurkan untuk meningkatkan produktivitas. Penelitian ini memberikan
rekomendasi bagi KTH Tempos Bersatu Blok Kelebut dan pihak terkait untuk
memperkuat modal sumber daya manusia dan akses permodalan guna meningkatkan
kesejahteraan anggota dan keberlanjutan pengelolaan hutan.