Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui prestasi belajarmatematika mana yang lebih baik antara pembelajaran dengan menggunakanpendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang berbasispengembangan intuisi atau pendekatan pembelajaran konvensional. (2) Untukmengetahui prestasi belajar matematika mana yang lebih baik, siswa yangmempunyai gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, atau gaya belajarkinestetik. (3) Untuk mengetahui pada masing-masing gaya belajar (visual,auditorial, dan kinestetik), manakah yang memberikan prestasi belajar matematikayang lebih baik antara pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education(RME) yang berbasis pengembangan intuisi atau pendekatan pembelajarankonvensional. (4) Untuk mengetahui pada masing-masing kelas (yangmenggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME)yang berbasis pengembangan intuisi dan pendekatan pembelajaran konvensional),manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik antaragaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik.Penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu. Populasi dalampenelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Mojolaban tahunajaran 2013/2014 berjumlah 306 siswa yang dibagi menjadi 10 kelas. Sampelyang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII F sebagai kelaspendekatan pembelajaran RME yang berbasis pengembangan intuisi sebanyak 30siswa dan kelas VIII G sebagai kelas pendekatan pembelajaran konvensionalsebanyak 30 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling randomkluster (cluster random sampling). Teknik pengumpulan data yang digunakanadalah (1) metode dokumentasi untuk data kondisi awal siswa sebelum penelitian(2) metode angket untuk data gaya belajar matematika siswa (3) metode tes untukdata prestasi belajar matematika siswa materi relasi dan fungsi. Uji cobainstrumen dilakukan di SMP Negeri 3 Mojolaban. Sebagai persyarataneksperimen dilakukan uji keseimbangan dengan uji-t. Teknik analisis data yangdigunakan adalah analisis variansi dua jalan sel tak sama dengan uji persyaratananalisis data adalah uji normalitas dengan metode Lilliefors dan uji homogenitasdengan metode Bartlett.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran denganpendekatan RME yang berbasis pengembangan intuisi dan pendekatankonvensional tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajarmatematika pada pokok bahasan relasi dan fungsi. (2) Gaya belajar visual, gayabelajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik tidak memberikan pengaruh yangberbeda terhadap prestasi belajar matematika pada pokok bahasan relasi danfungsi. (3) Pada masing-masing gaya belajar, pembelajaran dengan pendekatanRME yang berbasis pengembangan intuisi dan pendekatan konvensional tidakmemberikan pengaruh yang berbeda terhadap prestasi belajar matematika padapokok bahasan relasi dan fungsi. (4) Pada kelas yang menggunakan pendekatanpembelajaran RME yang berbasis pengembangan intuisi maupun kelas yangmenggunakan pendekatan pembelajaran konvensional, gaya belajar visual,auditorial, dan kinestetik tidak memberikan pengaruh yang berbeda terhadapprestasi belajar matematika pada pokok bahasan relasi dan fungsi.Kata kunci : Realistic Mathematics Education (RME), intuisi, gaya belajar.