Latar Belakang : Prevalensi depresi meningkat tiga dekade terakhir dan merupakan masalah kesehatan individu dan masyarakat serius karena memiliki tingkat kronisitas dan kekambuhan tinggi, dan faktor risiko signifikan untuk bunuh diri. Depresi memiliki efek negatif pada kualitas hidup jutaan orang di seluruh dunia. Terapi psikologis dapat mencakup Cognitive Behavior Therapy (CBT). Aerobic Exercise adalah salah satu perawatan yang lebih populer dipertimbangkan oleh pasien dan telah menerima dukungan dari literaturTujuan Penelitian : Mengetahui Perbedaan Pengaruh Antara Aerobic Exercise dan Cognitive Behavior Therapy terhadap gejala depresi dan kualitas hidup pasien depresi mayor di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Arif Zainudin SurakartaMetode : Menggunakan Randomized Controlled Trial, Open trial, pada bulanAgustus-September 2018. Subjek penelitian adalah pasien depresi mayor usia 18-40 tahun, dapat membaca, menulis dan berbahasa Indonesia. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling dan setelah mengalami drop out sebanyak 2 sampel, didapatkan 28 sampel dengan 14 subjek sebagai kelompok perlakuan dan14 subjek sebagai kelompok kontrol. Data subjek berdasarkan skor depresi dengan Hamilton Rating Scale For Depression (HRSD) dan World Health Organization Quality Of life-BREF (WHOQOL)-BREFHasil : Nilai mean HRSD post test kelompok Aerobic Exercise sebesar 4,79±2.78 dan nilai mean kelompok CBT sebesar 13,43±5,36 dengan nilai p=0.000<0 p=0,038>Simpulan : Aerobic Exercise menurunkan gejala depresi dan meningkatkan kualitas hidup lebih baik dibandingkan CBT.Kata Kunci: Aerobic Exercise, Cognitive Behaviour Therapy, Depresi Mayor, Kualitas Hidup