ABSTRAK Latar Belakang:Stunting dan wasting merupakan manifestasi defisiensi nutrisiyang berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan balita yangtertunda. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor biopsikososial yangterkait dengan stunting dan wasting pada anak balita di Kalimantan Barat.Subjek dan Metode:Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitikdengan desain case-control. Penelitian ini dilakukan di Kalimantan Barat.Sampel dalam penelitian ini adalah 200 balita usia 13-60 bulan, yang terdiri dari100 balita stunting dan wasting sebagai kelompok kasus dan 100 balita normalsebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan fixeddisease sampling. Variabel dependen pada penelitian ini anak balita yangmengalami stunting dan wasting. Variabel Independen yaitu pendapatankeluarga selama kehamilan, pendapatan keluarga sekarang, asupan gizi ibuselama kehamilan, asupan gizi balita, Panjang badan lahir, dukungan keluarga,tinggi badan ibu, jumlah anak, pendidikan ibu selama kehamilan dan pendidikanibu saat ini. Analisis data yang digunakan adalah Analisis jalur.Hasil:Risiko stunting meningkat dengan asupan nutrisi balitaCI95%=0.94-2.44; p<0 b=0.90;>p<0 b=2.15;>pada wasting (b=1.17; CI 95%= 0.33-2.00; p<0>yang rendah (b=1.95; CI 95%=1.19-2.70; p<0 b=1.05;>95%= 0.33-1.76; p<0 b=0,78;>p<0>dipengaruhi oleh pendapatan keluarga selama kehamilan, jumlah anak, tinggibadan ibu, dukungan keluarga, pendidikan ibu selama kehamilan, pendapatankeluarga saat ini, dan asupan gizi ibu selama kehamilan.Kesimpulan: Risiko Stunting dan wasting meningkat dipengaruhi secaralangsung dari asupan nutrisi balitapendidikan ibu sekarang yang rendah, BBLR.Kata kunci: stunting, wasting, Biopsikososial, periode kehamilan.