Teh merupakan minuman yang
telah lama menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia.
Perubahan gaya hidup yang menuntut kepraktisan mendorong pergeseran konsumsi
dari teh seduh tradisional ke teh celup yang dinilai lebih praktis, mudah diperoleh,
serta memiliki variasi merek dan rasa. Namun, dalam beberapa tahun terakhir
konsumsi teh celup menunjukkan kecenderungan menurun, sehingga penting untuk
memahami faktor-faktor yang memengaruhi niat beli konsumen terhadap produk
tersebut. Penelitian ini menggunakan Theory of Reasoned
Action (TRA) untuk menganalisis pengaruh sikap konsumen, norma subjektif,
selera, dan pengetahuan terhadap niat beli produk teh celup. Penelitian
dilakukan dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di pasar swalayan Kabupaten
Kebumen dengan jumlah responden sebanyak 80 orang. Analisis data menggunakan Structural
Equation Modeling (SEM) dengan pendekatan Partial Least Squares
(PLS) SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa nilai pengaruh variabel eksogen dilihat dari nilai koefisien jalur, yaitu
variabel norma subjektif berpengaruh sebesar 0,059, variabel pengetahuan
berpengaruh sebesar 0,197, variabel sikap konsumen berpengaruh sebesar 0,245,
dan variabel selera berpengaruh sebesar 0,108. Nilai R-square sebesar
0,150, yang menunjukkan bahwa variabel sikap konsumen, norma subjektif, selera,
dan pengetahuan secara bersama-sama mampu menjelaskan sebesar 15 persen variasi
niat beli konsumen terhadap produk teh celup di pasar swalayan Kabupaten
Kebumen. Nilai Q²predict sebesar 0,014, yang menunjukkan bahwa model
penelitian memiliki kemampuan prediktif. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang telah dilakukan, diketahui bahwa
variabel yang berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen terhadap
produk teh celup di pasar swalayan Kabupaten Kebumen adalah variabel sikap
konsumen dan pengetahuan, sedangkan variabel norma subjektif dan selera tidak
berpengaruh signifikan terhadap niat beli konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, pihak terkait perlu
menyesuaikan ketersediaan, variasi, dan kemasan produk teh celup sesuai dengan
pola pembelian konsumen, serta meningkatkan sikap positif dan pengetahuan
konsumen melalui penyampaian informasi produk yang jelas. Upaya tersebut dapat
didukung oleh promosi sederhana seperti paket bundling atau pemberian
hadiah guna mendorong niat beli konsumen terhadap produk teh celup.