Kopi robusta merupakan salah
satu komoditas unggulan di Kabupaten Wonogiri yang memiliki potensi besar untuk
dikembangkan, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran. Hambatan
utama meliputi ketergantungan pada pengepul tunggal, rantai distribusi yang
panjang, serta keterbatasan pemanfaatan teknologi pemasaran modern. Penelitian
ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola saluran pemasaran kopi robusta,
menghitung margin pemasaran, farmer’s share, dan menganalisis tingkat
efisiensi setiap saluran pemasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara terhadap 30 petani kopi robusta dan 15 pelaku lembaga pemasaran
menggunakan metode purposive dan snowball sampling. Analisis data
meliputi perhitungan biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, margin pemasaran, farmer’s
share, serta evaluasi efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan
terdapat tiga pola saluran pemasaran utama, dengan pola
petani–tengkulak–pedagang pengumpul–pedagang coffee shop–konsumen
sebagai saluran yang paling dominan. Nilai margin pemasaran dan farmer’s
share bervariasi pada tiap saluran, di mana saluran dengan rantai pemasaran
lebih pendek memiliki farmer’s share yang lebih tinggi dan dinyatakan
lebih efisien. Faktor keterbatasan akses pasar, informasi harga, modal usaha,
serta adopsi teknologi menjadi kendala bagi petani untuk memilih saluran yang
lebih menguntungkan. Temuan ini memberikan masukan penting mengenai
pengembangan strategi pemasaran kopi robusta yang lebih efektif, efisien, dan
berkelanjutan guna meningkatkan pendapatan dan posisi tawar petani di Kabupaten
Wonogiri.