Penggunaan pestisida klorpirifos secara intensif dalam budidaya bawang merah di Kabupaten Brebes menimbulkan akumulasi residu berbahaya di dalamtanah, menurunkan kesuburan lahan, dan berdampak negatif terhadap kesehatan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi mikroorganisme, biochar, dan tanaman biduri (Calotropis gigantea) dalam proses bioremediasi tanah tercemar klorpirifos. Penelitian dilakukan secara in situ pada lahan pertanaman bawang merah menggunakan metode eksperimental dengan metode rancangan percobaan Faktorial dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis agen bioremediasi (A0: Kontrol, A1: Pseudomonas sp., A2: Atlantibacter hermannii, A3: konsorsium bakteri, dan A4: biofilm) dan pemberian biochar (B0: Tanpa Biochar, B1: Dengan Biochar). Analisis pada tanah sebelum dan sesudah diberikan perlakuan, meliputi perhitungan residu pestisida, pH, C-organik, KTK, dan perhitungan jumlah populasi bakteri. Analisis pada tanaman dilakukan pada analisis akhir yaitu pengukuran tinggi tanaman, perhitungan jumlah daun, lebar daun, berat basah tanaman, dan analisis kadar pestisida pada jaringan tanaman. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan ANOVA, Duncan Multiple Range Test (DMRT), dan korelasi Pearson.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan Konsorsium Bakteri + Tanpa Biochar (A3B0) dan Biofilm + Tanpa Biochar (A4B0)menghasilkan angka paling rendah dalam mengurangi residu pestisida klorpirifos yaitu 0,009 mg/kg (mengalami penurunan sebesar 0,014 mg/kg) yang berarti60,87% lebih rendah dibandingkan kontrol. Bioremediasi tanah tercemar pestisida klorpirifos menggunakan inokulum Konsorsium Bakteri dan Biofilm mampumenurunkan kadar pestisida dan mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman biduri, sehingga dapat dijadikan alternatif untuk mencapai pertanian berkelanjutan.