Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat bullying dan keterampilan sosial anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi., (2) kelayakan panduan pelatihan keterampilan sosial dalam penanganan bullying terhadap anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi menurut ahli dan praktisi, dan (3) efektivitas panduan pelatihan keterampilan sosial dalam meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran bullying sebagai penanganan bullying anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi. Jenis penelitian ini adalah research and development untuk mengembangkan panduan pelatihan keterampilan sosial sebagai upaya penanganan bullying. Tahapan penelitian ini mengikuti model Plomp (2017) yaitu sebagai berikut: (1) preliminary phase (tahap pendahuluan), untuk mengetahui tingkat keterampilan sosial dan tingkat bullying yang dialami anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Tahap ini melibatkan 20 guru pembimbing khusus di lima sekolah dasar inklusi di Kota Surakarta; (2) prototyping phase (tahap pengembangan), untuk mengembangkan program pelatihan keterampilan sosial dalam bentuk buku panduan. Pada tahap ini dilakukan validasi buku panduan oleh 6 orang ahli (2 Ahli bidang Psikologi Pendidikan, 2 Ahli Bahasa, dan 2 Ahli Teknologi Pendidikan) dan 5 orang praktisi (Guru SD) untuk menilai buku panduan dari aspek kelayakan isi, kebahasan, serta penyajian dan kegrafikaan; dan (3) assessment phase (tahap evaluasi/pengukuran), untuk menguji efektivitas buku panduan program pelatihan keterampilan sosial. Penelitian ini dilaksanakan di satu sekolah dasar inklusi di Kota Surakarta. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas 5, yang terdiri dari 29 siswa reguler dan 1 siswa AD/HD. Pengumpulan data dilakukan melalui angket yang validitas dan reliabilitasnya telah terbukti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) anak berkebutuhan khusus di sekolah dasar inklusi mengalami tingkat bullying yang tinggi, disertai dengan rendahnya tingkat keterampilan sosial, (2) program pelatihan keterampilan sosial sebagai upaya penanganan bullying di sekolah dasar inklusi layak digunakan berdasarkan penilaian ahli dan praktisi, serta (3) program pelatihan keterampilan sosial yang dikembangkan efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial dan kesadaran bullying siswa di sekolah dasar inklusi. Kata Kunci: Program Pelatihan Keterampilan Sosial, Bullying, Sekolah Inklusi, Anak Berkebutuhan Khusus