Waduk Tandon
berfungsi sebagai sumber irigasi permukaan yang penting dalam mendukung
budidaya padi di Kecamatan Selogiri, di mana ketersediaan air yang stabil
berperan menentukan dalam menjaga produktivitas pertanian. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis pengaruh irigasi Waduk Tandon dan faktor-faktor
produksi terhadap produktivitas usahatani padi pada musim tanam yang berbeda.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penentuan
lokasi secara purposive. Data panel yang diperoleh dari petani padi dianalisis
menggunakan model regresi Random Effect untuk menguji pengaruh simultan maupun
parsial variabel irigasi dan input produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
biaya produksi per hektar pada Musim Tanam I (MT 1) sebesar Rp7.342.714,
sedangkan pada Musim Tanam III (MT 3) meningkat menjadi Rp8.086.571 karena
penggunaan pompa air tanah. Meskipun biaya pada MT 3 lebih tinggi, penerimaan
yang diperoleh juga lebih besar yaitu Rp15.190.286 dibandingkan Rp14.005.714
pada MT 1, sehingga keuntungan masing-masing sebesar Rp7.103.714 dan
Rp6.663.000. Hasil regresi menunjukkan bahwa variabel irigasi, luas lahan,
benih, urea, dan tenaga kerja secara simultan berpengaruh terhadap
produktivitas padi, namun secara parsial hanya luas lahan dan benih yang
berpengaruh signifikan secara statistik. Peningkatan luas lahan sebesar 1
persen meningkatkan produksi sebesar 1,05 persen, sedangkan peningkatan
penggunaan benih sebesar 1 persen meningkatkan produksi sebesar 0,37 persen.
Selain itu, petani yang menggunakan irigasi Waduk Tandon memperoleh hasil panen
44,6 persen lebih tinggi dibandingkan petani yang mengandalkan air tanah.
Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan dan optimalisasi infrastruktur
irigasi untuk mendukung keberlanjutan produksi padi.