Muhammad ‘Azzam Askarulloh. H081867. 2026. “Analisis Konsumsi dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di
Kota Pekalongan”. Dibimbing oleh Dr. Wiwit Rahayu S.P., M.P. dan Fanny
Widadie S.P., M.Agr. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.Penelitian bertujuan menganalisa konsumsi pangan dan
ketahanan pangan rumah tangga di Kota Pekalongan ditinjau dari aspek kuantitas
dan kualitas konsumsi pangan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada
kondisi ketahanan pangan Kota Pekalongan yang relatif minim dengan nilai Indeks
Ketahanan Pangan (IKP) 68,85. Metode deskriptif berpendekatan kuantitatif
digunakan penelitian dengan lokasi yang ditentukan purposive di Kota
Pekalongan. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang bersumber dari
Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Modul Konsumsi Maret 2021 diterbitkan
Badan Pusat Statistik. Unit analisis penelitian yaitu rumah tangga yang
tercatat dalam dataset SUSENAS Kota Pekalongan sebanyak 655 rumah tangga. Data
dikumpulkan melalui dokumentasi, sementara metode analisa meliputi perhitungan
konsumsi energi. Tingkat Konsumsi Energi (TKE), serta skor Pola Pangan Harapan
(PPH) sebagai indikator kualitas konsumsi pangan.Hasil analisis menunjukkan konsumsi energi dan Tingkat Konsumsi Energi (TKE) Kota
Pekalongan 1.487,84 kkal/kap/hari dan 70,54%
menunjukkan bahwa konsumsi pangan rumah tangga di Kota Pekalongan belum
memenuhi standar kecukupan energi. Skor Pola Pangan Harapan (PPH) Kota
Pekalogan 87,70 mengindikasikan pola konsumsi yang cukup beragam dan seimbang
namun belum mencukupi skor ideal PPH. Kondisi ini berdampak pada ketahanan
pangan rumah tangga yang mayoritas berada pada kategori tidak tahan pangan
sebanyak 63,05% (413 rumah tangga), tahan pangan sebanyak 16,64% (109 rumah
tangga) dan 20,30% (133 rumah tangga) sangat tahan pangan.
Konsumsi Penelitian menyimpulkan rendahnya ketahanan
pangan rumah tangga di Kota Pekalongan akibat kurang tercukupinya kebutuhan
energi, pola konsumsi yang kurang beragam dan tidak seimbang secara gizi,
sehingga diperlukan penguatan diversifikasi pangan dan edukasi gizi untuk
meningkatkan kuantitas konsumsi, kualitas konsumsi dan ketahanan pangan rumah
tangga.