Ketahanan pangan merupakan isu global yang dapat dicapai melaluipenguatan dan pengembangan pangan lokal. Kabupaten Magelang memiliki potensipangan lokal yang beragam, namun pemanfaatan dan pengolahannya belumoptimal, sehingga diperlukan peran penyuluh sebagai agen penyebaran pengetahuanpengolahan pangan lokal. Seiring perkembangan teknologi digital, media sosialberpotensi menjadi sarana berbagi pengetahuan yang efektif, namunpemanfaatannya oleh penyuluh di Kabupaten Magelang masih terbatas dan belumoptimal, khususnya dalam konteks pengolahan pangan lokal. Penelitian inibertujuan untuk, (1) mengetahui tingkat penggunaan media sosial untuk berbagipengetahuan terkait pengolahan pangan lokal oleh penyuluh di KabupatenMagelang, (2) mengetahui tingkat niat, performance expectancy, dan socialinfluence dalam menggunakan media sosial untuk berbagi pengetahuan terkaitpengolahan pangan lokal oleh penyuluh di Kabupaten Magelang, (3) menganalisispengaruh performance expectancy dan social influence terhadap niat penggunaanmedia sosial, serta pengaruh niat terhadap penggunaan media sosial untuk berbagipengetahuan pengolahan pangan lokal oleh penyuluh di Kabupaten Magelang,Metode dasar penelitian ini yaitu kuantitatif dengan teknik survei dan menyebarkankuesioner penelitian. Analisis data menggunakan SEM-PLS dengan alat analisisSmartPLS 4.0. Responden penelitian yaitu penyuluh pertanian lapangan diKabupaten Magelang.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa performance expectancy dansocial influence, dan niat penggunaan media sosial tergolong tinggi. Hal inimengindikasikan bahwa penyuluh memiliki persepsi positif terhadap manfaatmedia sosial serta merasakan adanya dorongan sosial untuk menggunakannyadalam berbagi pengetahuan pengolahan pangan lokal. Meski demikian, hasil padatingkat penggunaan aktual masih berada pada kategori rendah, Berdasarkan hasiluji hipotesis menunjukkan bahwa performance expectancy dan social influenceberpengaruh positif dan signifikan terhadap niat, serta niat berpengaruh positif dansignifikan terhadap penggunaan media sosial, meskipun tingkat penggunaan aktualmasih tergolong rendah. Hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan antara niat danperilaku penggunaan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor kontekstual dilapangan. Temuan penelitian ini mengimplikasikan perlunya penguatanpemanfaatan media sosial dalam kegiatan penyuluhan melalui integrasi ke dalamprogram resmi, pemberian apresiasi bagi penyuluh yang aktif, serta peningkatankapasitas melalui pelatihan literasi digital yang aplikatif. Selain itu, penguatanpersepsi manfaat media sosial dan optimalisasi peran penyuluh yang lebih mahirdigital sebagai penggerak rekan lainnya menjadi langkah strategis, mengingat faktortersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap niat dan penggunaan media sosialoleh penyuluh