Latar Belakang: Prevalensi diabetes melitus tipe II di Indonesia terus meningkat. Diabetes melitus tipe II menjadi faktor resiko terhadap banyak penyakit lainnya, termasuk hipertensi. Pasien yang mengalami diabetes melitus tipe II dan hipertensi memiliki resiko komplikasi, disabilitas, dan kematian yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi menderita diabetes melitus tipe II dengan tingkat keparahan hipertensi.Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah pasien diabetes melitus tipe II dan hipertensi sebanyak 83 orang. Penilaian durasi menderita diabetes melitus dilakukan dengan menghitung tahun diagnosis sampai tahun penelitian dilakukan. Penilaian tingkat keparahan hipertensi diukur sesuai klasifikasi tekanan darah menurut guideline Indonesian Society of Hypertension tahun 2023. Data kemudan dianalisis dengan uji Spearman.Hasil: Sampel terkumpul sebanyak 70 orang. Terdapat 27 pasien (38,57) yang menderita diabetes melitus tipe II selama kurang dari 5 tahun dan 27 pasien (38,57%) selama 5 hingga 10 tahun. Tingkat keparahan hipertensi terbanyak adalah hipertensi derajat 1 yaitu 32 pasien (45,71%). Durasi menderita diabetes melitus tipe II memliki hubungan yang signifikan dengan tingkat keparahan hipertensi dengan hubungan positif (p=0,008; r=0,316).Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi menderita diabetes melitus tipe II dengan tingkat keparahan hipertensi.