Siswa kelas XII menghadapi tekanan akademik krusial, mulai dari persiapan
kelulusan hingga seleksi masuk perguruan tinggi. Di sisi lain, karakteristik
sekolah yang menerapkan sistem digital school dan jadwal yang padat
menuntut siswa memiliki ketahanan akademik yang kuat. Kondisi tersebut menuntut
kemampuan siswa untuk bertahan dan bangkit kembali dari kesulitan akademik atau
academic buoyancy. Namun, hasil survei kepada 26 siswa kelas XII di SMA
Al-Azhar Syifa Budi Solo menunjukkan bahwa ditemukan indikasi rendahnya academic
buoyancy, seperti kesulitan memahami materi pembelajaran serta merasakan
tekanan terhadap ujian dan tenggat waktu pengumpulan tugas. Dampaknya, siswa
merasa mengalami penurunan nilai dan kesulitan mengatur waktu akibat tantangan
akademik yang dialami. Fenomena ini diduga berkaitan dengan school
well-being sebagai faktor proksimal academic buoyancy. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara school well-being dengan academic
buoyancy pada siswa kelas XII SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Partisipan
dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Al Azhar Syifa Budi
Solo berjumlah 79 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling
dengan kriteria siswa aktif kelas XII SMA Al Azhar Syifa Budi Solo dan bersedia
menjadi partisipan. Penelitian ini menerapkan desain korelasional dengan metode
survei menggunakan instrumen Academic Buoyancy Scale (α = 0,675) dan School Well-being
Scale (α = 0,892). Uji
hipotesis dilakukan dengan regresi linear sederhana. Hasil uji hipotesis
menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedua variabel (F(1,77) =
7,248; p = 0,009; R = 0,293; R² = 0,086). Dengan demikian, terdapat hubungan
antara school well-being dengan academic buoyancy pada siswa
kelas XII SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo.