Masa transisi memasuki sekolah menengah atas menjadi fase krusial bagi siswa karena melibatkan tantangan pembelajaran yang lebih kompleks, terutama pada siswa kelas X SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo yang memiliki pembelajaran berbasis digitalisasi dengan Chromebook, sehingga berpotensi menimbulkan stres akademik. Academic buoyancy dan regulasi emosi dapat membantu siswa menghadapi stres akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara academic buoyancy dan regulasi emosi dengan stres akademik, hubungan antara academic buoyancy dengan stres akademik, serta hubungan antara regulasi emosi dengan stres akademik pada siswa kelas X SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh (total sampling), sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Sampel penelitian melibatkan 52 siswa kelas X SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Stres akademik diukur dengan Educational Stress Scale for Adolescents, academic buoyancy diukur dengan Academic Buoyancy Scale, serta regulasi emosi diukur dengan Emotion Regulation Questionnaire. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara simultan antara academic buoyancy dan regulasi emosi dengan stres akademik (F(3,48) = 4,118; p = 0,011; R² = 0,205), academic buoyancy berhubungan signifikan dengan stres akademik (t = 2,642; p = 0,011; B = -2,108), sedangkan regulasi emosi tidak berhubungan signifikan dengan stres akademik (reappraisal: t = 1,856; p = 0,070; suppression: t = 1,063; p = 0,293). Analisis tambahan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan stres akademik dan academic buoyancy yang signifikan berdasarkan jenis kelamin. Academic buoyancy dan regulasi emosi berhubungan dengan stres akademik, dengan academic buoyancy berkontribusi lebih dominan dalam memprediksi stres akademik siswa.