Pendahuluan: Diabetes melitus dapat terjadi pada semua orang, faktor risiko DM berupa obesitas, usia lebih dari 45 tahun, keluarga memiliki riwayat penyakit DM, dan pola hidup yang tidak sehat. Data Riskesdas menunjukan bahwa di Indonesia telah terjadi peningkatan prevalensi obesitas pada orang dewasa berusia lebih dari 18 tahun di Indonesia yaitu dari 11,7% pada tahun 2007 menjadi 14,76 % pada tahun 2013. Hal ini menunjukkan penduduk Indonesia usia dewasa mengalami kelebihan berat badan dengan prevalensi 14,76% diantaranya merupakan obesitas dengan indeks masa tubuh (IMT) >27 kg/m2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan obesitas, jenis kelamin, dan usia dengan kejadian diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2015. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian ekologi. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Data yang digunakan adalah data sekunder kuantitatif, bersumber dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) ke 5 Subjek penelitian sejumlah 32.406 orang diperoleh dari teknik multi-stage sampling. Variabel bebas adalah obesitas, jenis kelamin, dan usia, dengan variabel terikatnya yaitu Diabetes Melitus Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner IFLS untuk mengukur diabetes atau tidak dan IMT untuk menilai obesitas. Data dianalisis menggunakan uji Regresi Logistik untuk uji multivariate dengan tingkat kemaknaan α=0.05. Hasil: Berdasarkan uji bivariat terdapat korelasi yang bermakna antara usia dengan diabetes mellitus (p=<0.001) dan obesitas dengan diabetes mellitus (p=<0,001), jenis kelamin tidak terdapat korelasi yang bermakna dengan diabetes melitus (p=0,456). Adapun uji regresi logistic diperoleh nilai Odd Ratio yang tertinggi adalah pada usia sebesar 7,730 yang berarti bahwa usia >19 tahun memiliki kemungkinan resiko terjadinya diabetes melitus sebesar 7,730 kali dibanding usia yang ≤ 19 tahun. Nilai Odd Ratio pada obesitas sebesar 2,116 yang berarti IMT yang tinggi memiliki kemungkinan resiko terjadinya diabetes melitus sebesar 2,116 kali dibanding yang IMT rendah. Nilai Odd Ratio pada jenis kelamin adalah 1,066 sehingga dapat dikatakan bahwa meskipun tidak ada pengaruh yang signifikan akan tetapi jenis kelamin perempuan memiliki kemungkinan resiko terjadinya diabetes melitus sebesar 1,066 kali dibanding laki-laki. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan obesitas dan usia dengan kejadian diabetes mellitus di Indonesia. Kata Kunci: Obesitas, Jenis Kelamin, Usia,Diabetus Melitus, Indonesia.