Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Body Mass Index
(BMI) terhadap Fleksibilitas Otot Hamstring pada Atlet Pelatnas Para-Taekwondo Indonesia. Skripsi, Fakultas Keolahragaan
Universitas Sebelas Maret Surakarta. April 2026Fleksibilitas
otot hamstring merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang berperan
penting dalam menunjang performa dan mencegah cedera pada atlet, khususnya pada
cabang olahraga yang menuntut gerakan ekstremitas bawah secara optimal seperti
taekwondo. Pada atlet disabilitas, fleksibilitas memiliki karakteristik yang
lebih kompleks karena dipengaruhi oleh kondisi fungsional serta adaptasi
latihan. Hingga saat ini, penelitian mengenai fleksibilitas pada atlet Para-Taekwondo,
khususnya pada tingkat Pelatnas di Indonesia, masih sangat terbatas dan belum
banyak dilaporkan, mengingat cabang olahraga ini relatif baru berkembang. Oleh
karena itu, penelitian ini memiliki nilai kebaruan dalam memberikan gambaran
ilmiah awal mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan fleksibilitas otot
hamstring pada atlet Pelatnas Para-Taekwondo Indonesia.Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, jenis kelamin, dan body mass
index (BMI) terhadap fleksibilitas otot hamstring, baik secara parsial
maupun simultan. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional
dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 9 atlet
yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan
melalui kuesioner untuk memperoleh data usia dan jenis kelamin, serta
pengukuran langsung tinggi badan, berat badan, dan fleksibilitas menggunakan sit-and-reach
test. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman, uji Mann–Whitney,
dan regresi linier berganda dengan tingkat signifikansi p < 0,05.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan signifikan antara usia
dengan fleksibilitas otot hamstring dengan nilai r = −0,738 dan p = 0,023, yang
menunjukkan hubungan negatif dengan kekuatan kuat; (2) terdapat hubungan
signifikan antara jenis kelamin dengan fleksibilitas otot hamstring dengan
nilai Z = −2,058 dan p = 0,040; (3) tidak terdapat hubungan signifikan antara
BMI dengan fleksibilitas otot hamstring dengan nilai r = −0,402 dan p = 0,284;
(4) secara simultan usia, jenis kelamin, dan BMI berpengaruh signifikan
terhadap fleksibilitas otot hamstring (R = 0,939; R² = 0,882; p = 0,009),
dengan jenis kelamin sebagai variabel yang paling dominan (p = 0,022). Nilai
koefisien determinasi (R²) sebesar 0,882 menunjukkan bahwa 88,2% variasi
fleksibilitas otot hamstring dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen
tersebut, sedangkan 11,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model
penelitian.Kesimpulan
penelitian ini adalah usia dan jenis kelamin berhubungan signifikan dengan
fleksibilitas otot hamstring, sedangkan BMI tidak menunjukkan hubungan yang
bermakna. Secara bersama-sama, ketiga variabel berpengaruh terhadap
fleksibilitas, dengan jenis kelamin sebagai faktor dominan.Kata kunci: fleksibilitas otot hamstring, usia, jenis kelamin, body mass index,
Para-Taekwondo