Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan paper mache pada
anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK)
dengan menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan McTaggart, yang
meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes unjuk kerja, dan
dokumentasi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dengan masing-masing
siklus terdiri atas tiga kali pertemuan. Subjek penelitian adalah peserta didik
kelompok A3 TK MTA 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2024/2025 yang berjumlah 24
anak. Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi, yaitu
triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Indikator kemampuan motorik halus
dalam penelitian ini mencakup: (1) mengkoordinasikan mata dan tangan untuk
melakukan gerakan yang rumit dengan sub indikator menggunting kertas dengan
pola lurus, zigzag, dan gelombang, (2) melakukan gerakan manipulatif untuk
menghasilkan suatu bentuk menggunakan berbagai media dengan sub indikator
membuat karya 3D menggunakan berbagai media, dan (3) mengontrol gerakan tangan
yang menggunakan otot halus (seperti menjumput, mengelus, mencolek, mengepal,
memelintir, dan memeras) dengan sub indikator meronce manik-manik dan
menggenggam alat tulis dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan adanya
peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui kegiatan paper mache.
Perolehan data ketuntasan klasikal pratindakan adalah sebesar 29,17%. Hasil
tersebut mengalami peningkatan pada siklus I menjadi sebesar 45,83%.
Peningkatan yang signifikan terjadi pada siklus II yaitu ketuntasan klasikal
mencapai angka 79,17%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan
kegiatan paper mache dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak
usia 4–5 tahun