Pisang merupakan komoditas buah tropis yang sangat diminati. Salah satu jenis pisang yang populer di Indonesia adalah Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L.). Peningkatan jumlah penduduk Di Indonesia dan kesadaran penduduk mengenai gizi menyebabkan permintaan terhadap pisang-pisang berkualitas akan semakin meningkat pula. Produksi pisang berkualitas terkendala oleh penanaman yang hanya sebatas tanaman sampingan, luasan lahan untuk menanam pisang masih rendah, penanaman bersifat sporadis dan ketersediaan bibit bermutu masih kurang. Cara perbanyakan secara konvensional hanya menghasilkan bibit dalam jumlah sedikit, waktunya lama, tidak seragam, dan belum jaminan bebas penyakit. Kendala tersebut dapat diatasi dengan teknik kultur in vitro (kultur jaringan). Kultur in vitro memiliki keunggulan antara lain, penyediaan bibit dapat diprogram sesuai kebutuhan dan jumlah, sifat unggul tetua tetap dimiliki, bibit yang dihasilkan lebih bebas hama dan penyakit, dapat disediakan dalam jumlah banyak dalam waktu yang singkat, pertumbuhannya lebih pesat dan memiliki keseragaman bahan tanaman yang bagus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon multiplikasi pertumbuhan eksplan pisang Raja Bulu terhadap pemberian air kelapa dan NAA. Penelitian dilaksanakan pada April-November 2017 di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas dua faktor. Media yang digunakan yaitu media Murishage and Skoog (MS) dengan penambahan 2 faktor. Faktor I adalah penambahan air kelapa dengan konsentrasi K1= 50 ml/l, K2= 100 ml/l, K3= 150 ml/l. Faktor II adalah penambahan NAA dengan konsentrasi A0= 0 ppm; A1= 0,5 ppm; A2= 1 ppm; A3= 1,5 ppm. Variabel yang ditentukan yaitu waktu muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas, waktu muncul akar, jumlah akar, panjang akar, waktu muncul daun dan jumlah daun yang dianalisis secara statistik yaitu uji ANOVA untuk mengetahui pengaruh antar perlakuan terhadap pertumbuhan pisang Raja Bulu. Faktor yang berpengaruh nyata diuji dengan DMRT 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Air kelapa 50 ml/l dan konsentrasi NAA 0,5 ppm menghasilkan jumlah tunas terbanyak yaitu 5,6. Interaksi konsentrasi air kelapa 100 ml/l dan konsentrasi NAA 0 ppm menghasilkan jumlah daun terbanyak yaitu sebanyak 8. NAA 1,5 ppm menghasilkan waktu muncul tunas yaitu 6 HST menghasilkan jumlah akar terbanyak yaitu sebanyak 11,55. Air kelapa meningkatkan tinggi tunas pada konsentrasi 50 ml/l, mempercepat waktu muncul akar pada konsentrasi 100 ml/l, dan meningkatkan jumlah akar pada konsentrasi 50 ml/l.