Tujuan penelitian ini adalah (1) menjelaskan sejarah kesultanan Dinasti Mamluk pra saifuddin Quthuz. Hal ini dikaji pada bagian awal untuk mengetahui sejarah kepemempinan Dinasti Mamluk sebelum Saifuddin Quthuz; (2) menjelaskan biografi Saifuddin Quthuz. Hal ini dikaji pada bagian kedua untuk memberikan informasi mengenai profil Saifuddin Quthuz; (3) menjelaskan gaya kepemimpinan kesultanan Mamluk. Hal ini dikaji pada bagian ketiga untuk membandingkan tipe kepemimpinan sebelum dan saat dipimpin oleh Saifuddin Quthuz; (4) menjelaskan peran Saifuddin Quthuz dalam kepemimpinan Dinasti Mamluk. Peran kepemimpinan ini meliputi peran hubungan antar pribadi, hubungan informasi, dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa buku referensi yang berhubungan dengan Saifuddin Quthuz. Pengumpulan data dilakukan dengan metode kepustakaan berupa teknik pengumpulan data yang relevan dengan penelitian di dalam ruang kepustakaan, kemudian dilakukan observasi terfokus dengan mempersempit aspek kajian formal terhadap peran kepemimpinan. Analisis data dilakukan secara bertahap. Pertama,pengumpulan data kepustakaan yang diperoleh dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori. Kedua, menyajikan seluruh data yang sudah dikategorikan guna menjabarkan jawaban dalam setiap rumusan masalah. Ketiga, menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitian. Sosok kepribadian Saifuddin Quthuz yang berani dan taat pada agama membuatnya dapat dikategorikan sebagai pemimpin yang memiliki kompetensi untuk duduk di kesultanan Dinasti Mamluk. Hal ini dibuktikan dengan menjalankan peran pemimpin seperti mengkoordinasi hubungan antar parlemen, menjadi poros informasi, dan mengambil keputusan dalam menentukan langkah bagi Dinasti Mamluk. Peran kepemimpinan Saifuddin Quthuz membawa Dinasti Mamluk mengukuhkan eksistensinya dalam sejarah peradaban kesultanan Islam di Mesir yang dipimpin oleh Mamluk selama kurun waktu 200 tahun. Kata kunci : Saifuddin Quthuz, Kepemimpinan, Mamluk.