Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan
masalah yang lebih baik antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model
PBL berbantuan modul atau dengan model PBL; (2) manakah yang menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik antara siswa dengan tingkat self
efficacy tinggi, sedang, atau rendah; (3) pada masing-masing model
pembelajaran, manakah yang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah lebih baik
antara siswa dengan tingkat self efficacy tinggi, sedang, atau rendah;
(4) pada masing-masing tingkat self efficacy, manakah yang menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik antara siswa yang mendapatkan
pembelajaran dengan model PBL berbantu modul atau dengan model PBL. Penelitian ini merupakan eksperimentasi semu
dengan desain faktorial
. Populasi penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 3 Sragen tahun ajaran 2025/2026.
Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas X-J sebagai kelas eksperimen dan
X-A sebagai kelas kontrol yang diambil melalui teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah angket untuk mendapatkan data self efficacy, dan tes untuk
mendapatkan data pre test dan data kemampuan pemecahan masalah. Teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak
sama dengan taraf signifikasi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model PBL berbantu modul menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada model PBL pada materi perbandingan
trigonometri; (2) siswa dengan tingkat self efficacy tinggi menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan self
efficacy sedang dan rendah, serta siswa dengan tingkat self efficacy
sedang menghasilkan kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa
dengan self efficacy rendah; (3) pada masing-masing model pembelajaran, siswa
dengan tingkat self efficacy tinggi menghasilkan kemampuan pemecahan
masalah yang lebih baik daripada siswa dengan self efficacy sedang dan
rendah, serta siswa dengan tingkat self efficacy sedang menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa dengan self
efficacy rendah; (4) pada masing-masing tingkat self efficacy, siswa
yang mengikuti pembelajaran dengan model PBL berbantuan modul menghasilkan
kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa yang mengikuti
pembelajaran dengan model PBL.