Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui, (1) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah yang lebih
baik, siswa yang diberikan model pembelajaran langsung atau model pembelajaran Creative
Problem Solving (CPS) dengan pendekatan Concrete Representational
Abstract (CRA), (2) manakah yang memberikan kemampuan pemecahan masalah
yang lebih baik, siswa yang memiliki self
efficacy tinggi, sedang, dan rendah (3) adanya interaksi antara model
pembelajaran dan self efficacy terhadap
kemampuan pemecahan masalah pada materi garis dan sudut.Penelitian ini termasuk jenis penelitian
eksperimental semu dengan desain faktorial
. Populasi dalam penelitian ini adalah
seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3 Mojolaban tahun pelajaran 2025/2026 yang
terdiri dari 9 kelas yaitu kelas VII A sampai kelas VII I. Sampel yang
digunakan yaitu 2 kelas yaitu kelas VII F dan VII I dengan jumlah 60 siswa.
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Uji
coba angket dilaksanakan di kelas VII H, uji coba tes dilaksanakan di kelas VII
G. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi untuk
mengumpulkan data berupa nilai rata-rata akhir semester ganjil tahun ajaran
2025/2026, metode angket untuk data self efficacy siswa, dan metode tes
untuk data kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi garis dan
sudut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis variansi dua jalan
dengan sel tak sama, kemudian dilanjutkan dengan uji pasca anava yaitu uji
komparasi ganda dengan Scheffe dengan taraf signifikansi 0,05. Untuk
persyaratan analisis, yaitu populasi berdistribusi normal menggunakan uji Lilliefors
dan populasi mempunyai variansi yang sama (homogen) menggunakan metode Bartlett.Berdasarkan hasil analisis pada
penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa (1)
Siswa yang dikenai model pembelajaran CPS dengan CRA memiliki kemampuan
pemecahan masalah matematis yang lebih baik daripada siswa yang dikenai model
pembelajaran langsung pada materi garis dan sudut, (2) Siswa dengan self efficacy tinggi memiliki kemampuan
pemecahan masalah yang lebih baik daripada siswa yang memiliki self efficacy sedang dan rendah. Adapun
siswa dengan self efficacy sedang
memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang sama baiknya dengan siswa
yang memiliki self efficacy rendah
pada materi garis dan sudut, (3) Keterkaitan antara model pembelajaran dan self efficacy dengan kemampuan pemecahan
masalah: (a) Pada
masing- masing tingkat self efficacy,
siswa yang dikenai model pembelajaran CPS dengan CRA memiliki memiliki kemampuan pemecahan masalah
matematis yang lebih baik daripada siswa yang dikenai model pembelajaran
langsung pada materi garis dan sudut, (b) Pada masing-masing model
pembelajaran, siswa dengan self efficacy
tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik daripada
siswa yang memiliki self efficacy
sedang dan rendah, siswa dengan self
efficacy sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis yang sama
baiknya dengan siswa yang memiliki self
efficacy rendah pada materi garis dan sudut.