Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) model pembelajaran mana yang
menghasilkan kemampuan representasi matematis lebih baik antara model
pembelajaran CORE dengan pendekatan CRA atau model pembelajaran langsung
pada materi garis dan sudut; (2) kategori gaya belajar siswa visual, auditorial, atau
kinestetik yang memiliki kemampuan representasi matematis lebih baik pada materi
garis dan sudut; (3) pada masing-masing gaya belajar siswa, berdasarkan model
pembelajaran mana yang menghasilkan kemampuan representasi matematis lebih
baik; (4) pada masing-masing model pembelajaran, berdasarkan kategori gaya
belajar siswa mana yang memiliki kemampuan representasi matematis lebih baik.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial
2 ×3. Populasi penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 3
Mojolaban Tahun Ajaran 2025/2026, dengan sampel kelas VII C sejumlah 32 siswa
dan VII D sejumlah 31 siswa, yang dipilih menggunakan teknik cluster random
sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi, tes, dan
angket. Analisis data dilakukan menggunakan analisis variansi dua jalan sel tak sama
dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model
pembelajaran CORE dengan pendekatan CRA menghasilkan kemampuan
representasi lebih baik daripada model pembelajaran langsung; (2) siswa gaya belajar
visual memiliki kemampuan representasi matematis lebih baik dibanding siswa gaya
belajar auditorial dan kinestetik, kemudian siswa gaya belajar auditorial dan
kinestetik memiliki kemampuan representasi matematis yang sama baiknya; (3) pada
gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, model pembelajaran CORE dengan
CRA menghasilkan kemampuan representasi matematis lebih baik dibanding model
pembelajaran langsung; (4) pada model pembelajaran CORE dengan CRA dan model
pembelajaran langsung, siswa gaya belajar visual memiliki kemampuan representasi
matematis lebih baik dibanding siswa gaya belajar auditorial dan kinestetik,
kemudian siswa gaya belajar auditorial dan kinestetik memiliki kemampuan
representasi matematis yang sama baiknya.