Usahatani jagung merupakan komoditas strategis yang berperan penting dalam mendukung ketahanan
pangan dan peningkatan pendapatan petani. Kabupaten Sragen memiliki tingkat produktivitas jagung
yang tinggi, namun efisiensi penggunaan faktor produksi belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh faktor produksi terhadap hasil produksi serta mengkaji tingkat efisiensi
usahatani jagung, yang meliputi efisiensi teknis, alokatif, dan ekonomi, dengan mempertimbangkan
faktor sosial ekonomi petani di Kabupaten Sragen. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2025 di Kecamatan
Sumberlawang, Tanon, dan Sukodono dengan metode survei terhadap 80 petani yang dipilih
menggunakan teknik proportional random sampling. Analisis data menggunakan fungsi produksi
Stochastic Frontier Analysis (SFA), model inefisiensi teknis, serta analisis nilai produk marginal untuk
mengukur efisiensi alokatif dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap produksi jagung, sedangkan pupuk NPK dan tenaga kerja berpengaruh
negatif signifikan, sementara pupuk urea dan pestisida tidak berpengaruh signifikan. Nilai rata-rata
efisiensi teknis sebesar 0,83 menunjukkan bahwa usahatani jagung telah efisien secara teknis. Faktor
sosial ekonomi yang berpengaruh terhadap inefisiensi teknis adalah umur dan pengalaman bertani,
sedangkan pendidikan tidak berpengaruh nyata. Namun demikian, penggunaan faktor produksi belum
efisien secara alokatif dan nilai efisiensi ekonomi sebesar 0,081 menunjukkan usahatani belum
mencapai efisiensi ekonomi optimal. Oleh karena itu, peningkatan efisiensi dapat dilakukan melalui
perbaikan alokasi input produksi dan peningkatan kapasitas manajerial petani.