Keterlibatan kerja anggota dalam menjalankan tugas organisasi memiliki kaitan dengan efektivitas kerja, pengalaman belajar, serta keberlanjutan organisasi. Namun, menjaga konsistensi work engagement masih menjadi tantangan di AIESEC in UNS. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kondisi psikologis positif individu (psychological capital), yang mencakup keyakinan diri, harapan dalam mencapai tujuan, optimisme, serta kemampuan bertahan dalam situasi sulit, berkaitan dengan tingkat keterlibatan kerja tersebut. Selain itu, tuntutan pekerjaan (job demands) juga turut berkaitan dengan dinamika keterlibatan kerja anggota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological capital dan job demands dengan work engagement pada anggota AIESEC in UNS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan seluruh anggota aktif periode 2025/2026 sebanyak 101 orang melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form dengan instrumen Utrecht Work Engagement Scale (UWES), Psychological Capital Questionnaire (PCQ), serta skala job demands yang telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi berganda dan parsial setelah melalui uji asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital dan job demands secara simultan memiliki hubungan dengan work engagement pada kategori sedang (R = 0,573; R2 = 0,328), yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 32,8% variasi work engagement. Secara parsial, psychological capital memiliki hubungan positif yang signifikan dengan kekuatan sedang (r = 0,573; p < 0,001), sedangkan job demands tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (r = -0,091; p = 0,368). Temuan ini menunjukkan bahwa work engagement anggota lebih berkaitan dengan kondisi psikologis positif dibandingkan dengan tuntutan pekerjaan yang dihadapi.