Tugas Akhir ini menyajikan perancangan yang komprehensif serta analisis
struktural terhadap mesin granulator rol ganda (double roller granulator).
Mesin ini dilengkapi dengan unit pencacah (shredder) yang berfungsi
untuk mengolah limbah kotoran kambing menjadi pupuk organik berbentuk butiran.
Alat tersebut dirancang secara khusus untuk memenuhi kebutuhan teknologi tepat
guna bagi Kelompok Tani Ternak pada skala Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sasaran utama perancangan ini adalah menghasilkan mesin dengan kapasitas
produksi yang efisien sebesar 20 kilogram per jam, dengan batas konsumsi daya
motor penggerak maksimal sebesar 1,5 kilowatt.Melalui pendekatan rekayasa yang
sistematis menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan
evaluasi matriks keputusan, rancangan "Konsep 2" terpilih sebagai
alternatif desain yang paling optimal. Pemilihan ini didasarkan pada kemampuan
konsep tersebut dalam memberikan keseimbangan terbaik antara efisiensi biaya
manufaktur, kinerja produksi, serta kemudahan pengoperasian bagi para pengguna
nonteknis. Pemusatan analisis teknis dalam penelitian ini terletak pada
evaluasi keutuhan struktur poros pencacah berbahan baja AISI 1045, yang
diidentifikasi sebagai komponen mekanis paling kritis.Sebuah analisis
komparatif melalui simulasi metode elemen hingga menggunakan perangkat lunak
ANSYS telah dilakukan untuk mengevaluasi tingkat tegangan, defleksi, dan faktor
keamanan terhadap fluktuasi beban momen. Hasil pengujian simulasi membuktikan
bahwa komponen tersebut mampu beroperasi dengan tegangan yang sangat rendah
jika dibandingkan dengan batas kekuatan luluh materialnya. Kondisi ini
mengindikasikan bahwa poros pencacah diprediksi berada pada zona umur pakai tak
terhingga dengan tingkat keandalan yang sangat tinggi, sehingga aman untuk
pengoperasian jangka panjang.Secara keseluruhan, penerapan metode Perancangan
untuk Manufaktur dan Perakitan memastikan bahwa rancangan mesin ini tidak hanya
sahih secara teoretis dan fungsional, tetapi juga memiliki kelayakan ekonomi
yang tinggi. Dengan demikian, rancangan ini sangat siap untuk segera
direalisasikan ke tahap pembuatan purwarupa guna meningkatkan nilai tambah
ekonomis dari limbah pertanian lokal masyarakat.