Latar Belakang: Kelelahan kerja dapat mempengaruhi kesehatan seseorang dimana dapat terjadi peningkatan peluang untuk cidera, mengurangi kinerja dan produktivitas di tempat kerja. Kelelahan dapat disebabkan oleh masalah lingkungan kerja seperti kebisingan, sedangkan masalah - masalah fisik seperti beban kerja dan tanggung jawab. Intensitas kebisingan di PT Kusumahadi Santosa Karanganyar telah melebihi NAB sehingga dapat mengganggu konsentrasi pekerja, selain itu beban kerja tinggi yang diterima pekerja juga dapat menyebabkan kelelahan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kebisingan dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian weaving 2 PT Kusumahadi Santosa Karanganyar. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Populasi pekerja operator mesin loom berjumlah 152 pekerja, sampel yang diambil berjumlah 45 orang. Data diperoleh dari pengukuran kebisingan dengan Sound Level Meter untuk melihat intensitas kebisingan yang diterima pekerja, pengukuran denyut nadi dengan Pulsemeter untuk melihat beban kerja fisik yang dialami pekerja, sedangkan untuk mengukur kelelahan kerja dengan alat Reaction Timer type L 77. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji statistik Gamma and Sommer‟d dengan menggunakan program komputer SPSS versi 22.0. Hasil : Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan kebisingan dengan kelelahan kerja (p value = 0,004, r = 0,426) dan terdapat hubungan antara beban kerja fisik dengan kelelahan kerja (p value = 0,002, r = 0,591). Hasil uji regresi logistik menunjukan beban kerja fisik sebagai variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan kerja (nilai OR = 11,40) Simpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara kebisingan dan beban kerja fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian weaving 2 PT Kusumahadi Santosa Karanganyar. Kata Kunci : Kebisingan, Beban Kerja Fisik , Kelelahan Kerja