Penelitian ini membahas mengenai responsivitas
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota
Surakarta terhadap pemberdayaan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui upaya yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota
Surakarta dalam pemberdayaan Kampung Wisata Batik Kauman (KWBK) melalui program
Satu Desa Satu Produk (SDSP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
kualitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan studi
dokumentasi. Teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling,
serta validitas data menggunakan triangulasi sumber data. Teknik analisis data
menggunakan model analisis interaktif.Hasil penelitian menunjukkan responsivitas
Pemerintah Kota Surakarta melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota
Surakarta dalam pemberdayaan UMKM di KWBK diwujudkan dalam tiga tahapan.
Tahapan tersebut yaitu identifikasi kebutuhan,
penyusunan agenda dan prioritas pelayanan, serta pengembangan program-program
pelayanan. Identifikasi kebutuhan pelaku usaha batik di KWBK meliputi kebutuhan
desain baju batik yang modern, pemasaran produk secara online, kemudahan
dalam pembuatan ijin usaha, dan ketersediaan lahan untuk pengelolaan air
limbah. Temuan pada tahapan pertama tersebut menjadi dasar acuan bagi Dinas
Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Surakarta dalam menyusun agenda dan
prioritas pelayanan. Pada tahap kedua ini, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil
Menengah Kota Surakarta menentukan kebutuhan yang menjadi prioritas umum
berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan yang telah dilakukan. Tahap terakhir
dalam responsivitas Pemerintah Kota Surakarta ini ditunjukkan dengan
pengembangan program pelayanan yang diwujudkan dalam pelaksanaan kegiatan serta
pemberian bantuan. Kegiatan pelatihan, pemberian bantuan modal, dan bantuan
dalam pemasaran produk merupakan wujud responsivitas Dinas Koperasi dan
Usaha Kecil Menengah Kota Surakarta dalam merespon kebutuhan dari pelaku usaha
batik di KWBK.
Kata Kunci :responsivitas, pemberdayaan, UMKM, SDSP