Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media
pembelajaran berbasis kontekstual terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada
materi kinematika fase F kelas XI. Latar belakang penelitian ini didasarkan
pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika
sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu mengaitkan konsep fisika
dengan kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest
control group. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIPA di
SMA Negeri 3 Sukoharjo tahun ajaran 2025/2026. Sampel penelitian terdiri atas
dua kelas yang dipilih menggunakan teknik purposive random sampling,
yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah masing-masing 36 siswa.
Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan berpikir kritis berupa pretest
dan posttest. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji
homogenitas, dan uji Independent Samples t-test dengan bantuan IBM
SPSS 25 pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kontekstual terhadap
kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji
Independent Samples t-test yang memperoleh nilai signifikansi sebesar
0,002 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Selain itu, rata-rata
nilai posttest kelas eksperimen sebesar 63,68 lebih tinggi dibandingkan kelas
kontrol sebesar 51,92. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,41 juga lebih
tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,16. Dengan demikian, terdapat
pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kontekstual terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa pada materi kinematika fase F kelas XI dibandingkan
pembelajaran konvensional menggunakan PowerPoint.