Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter peduli lingkungan pada
peserta didik yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi berakar pada
nilai-nilai Pancasila sebagai dasar moral bangsa. Implementasi Program
Adiwiyata di sekolah menjadi salah satu strategi dalam menanamkan nilai
tersebut, namun dalam praktiknya masih ditemukan kendala berupa rendahnya
kesadaran sebagian peserta didik dalam menjaga lingkungan. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai
Pancasila dalam Program Adiwiyata sebagai penguatan karakter peduli lingkungan,
mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mengetahui upaya yang dilakukan
sekolah dalam mengatasinya di SMA Negeri 2 Sragen. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, wawancara terstruktur, dan studi dokumentasi
dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data
dianalisis secara deskriptif dengan langkah reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam Program Adiwiyata
diwujudkan melalui kebijakan sekolah, pembiasaan kegiatan sehari-hari, serta
partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Nilai-nilai Pancasila
diinternalisasikan melalui kegiatan seperti pengelolaan lingkungan, kerja sama,
dan pembentukan budaya sekolah yang peduli lingkungan. Meskipun demikian,
terdapat hambatan berupa perbedaan kesadaran individu dan kebiasaan lama
peserta didik. Untuk mengatasi hal tersebut, sekolah melakukan berbagai upaya
seperti penguatan keteladanan guru, komunikasi yang intensif, serta inovasi
kegiatan partisipatif seperti eco-print, budidaya maggot, dan pemberian
penghargaan bagi kelas terbersih. Kesimpulan
penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam
Program Adiwiyata di SMA Negeri 2 Sragen telah berjalan secara efektif dan
mampu memperkuat karakter peduli lingkungan peserta didik. Program ini tidak
hanya menjadi kegiatan formal, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam
membentuk kesadaran, tanggung jawab, dan komitmen terhadap lingkungan sebagai
bagian dari pembentukan warga negara yang berkarakter ekologis.