Dwi Mukti Hartanti. K4422023. Pembimbing:
Dr. Musa Pelu, S.Pd., M.Pd. KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU SEJARAH DALAM
MENGIMPLEMENTASIKAN PENDIDIKAN INKLUSI PADA PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA NEGERI
1 TERAS. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret Surakarta, April 2026.Penelitian ini bertujuan untuk (1)
memahami kompetensi pedagogik guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan
inklusi pada pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Teras, (2) memahami hambatan
yang dihadapi guru sejarah dalam mengimplementasikan pendidikan inklusi, (3) memahami
solusi terhadap hambatan dalam implementasi pendidikan inklusi oleh guru
sejarah. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif pendekatan studi kasus. Sumber data penelitian meliputi laporan
hasil observasi kegiatan pembelajaran sejarah di kelas inklusi, laporan hasil
wawancara dengan informan (Guru Sejarah, Waka Kurikulum, dan siswa inklusi) dan
dokumen pendukung (KOSP dan Modul Ajar Sejarah). Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan teknik observasi,
wawancara dan analisis dokumen. Teknik uji validitas menggunakan triangulasi
sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis
interaktif.Hasil penelitian ini
sebagai berikut. (1) Kompetensi pedagogik guru sejarah dalam implementasi
pendidikan inklusi telah mencakup pemahaman karakteristik siswa, perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, namun belum optimal. (2) Hambatan yang
dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman mendalam guru tentang pendidikan
inklusi, waktu pembelajaran yang terbatas, keterbatasan sarana prasarana,
serta. (3) Solusinya adalah peningkatan kompetensi
guru melalui pelatihan, perencanaan pembelajaran yang efektif dan kolaborasi
sekolah tentang pengadaan sarana prasarana, sehingga pembelajaran sejarah yang
inklusif dapat terlaksana secara lebih efektif dan mampu mengakomodasi
kebutuhan seluruh peserta didik. Kompetensi
pedagogik guru sejarah berperan penting dalam keberhasilan implementasi
pendidikan inklusi, namun masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan
dukungan sistem pendidikan.