Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya praktik merokok di lingkungan masyarakat yang tidak lagi terbatas pada ruang maupun kelompok tertentu, sehingga menimbulkan risiko kesehatan, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak dan perempuan. Kondisi tersebut mendorong pentingnya strategi komunikasi yang efektif dalam mewujudkan lingkungan yang bebas dari asap rokok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang dilakukan oleh Yayasan Kakak dalam program Kampung Bebas Asap Rokok (KBAR) di Kota Surakarta, serta mengkaji implementasi dan dampaknya terhadap masyarakat. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan model komunikasi yang partisipatif dan berkelanjutan dalam upaya promosi kesehatan. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis penelitian menggunakan model strategi komunikasi milik Philip Lesly yang meliputi tahapan analisis dan riset, perumusan kebijakan, perencanaan program pelaksanaan, kegiatan komunikasi, umpan balik, serta evaluasi. Selain itu, penelitian ini juga didukung oleh konsep komunikasi kesehatan dan komunikasi persuasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yayasan Kakak menerapkan strategi komunikasi yang sistematis dan adaptif. Tahap analisis dilakukan melalui pemetaan masalah dan kondisi sosial masyarakat. Perumusan kebijakan diwujudkan melalui penetapan indikator program sebagai acuan implementasi. Perencanaan program pelaksanaan dilakukan melalui sumber daya tenaga, dana, dan fasilitas. Kegiatan komunikasi dilaksanakan dalam berbagai bentuk, seperti penyuluhan, kampanye, serta pemanfaatan media komunikasi. Sementara itu, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala dengan melibatkan umpan balik masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong perubahan perilaku merokok, serta memperkuat partisipasi komunitas dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Program KBAR juga menunjukkan potensi sebagai model komunikasi kesehatan berbasis komunitas yang berkelanjutan.