Nabila Esa Nur’aini. H0422074. 2026. Partisipasi Petani dalam Program Sekolah Lapang Kakako di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri. Dibimbing oleh Ir. Widiyanto, S.P., M.Si., PhD., dan Prof. Dr. Suminah, M.Si.,. Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki nilaiekonomi penting bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri, khususnya Kecamatan Ngadirojo yang menjadi salah satu sentra produksi kakao. Untuk meningkatkan kapasitas petani dalam budidaya kakao, Dinas Pertanian Kabupaten Wonogiri menyelenggarakan Program Sekolah Lapang Kakao. Keberhasilan program ini sangat dipengaruhi oleh tingkat partisipasi petani dalam setiap tahapan kegiatan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat partisipasi petani dalam Program Sekolah Lapang Kakao serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi tersebut. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Responden penelitian berjumlah 30 petani peserta Sekolah Lapang Kakao yang ditentukan dengan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta regresi linear berganda. Variabel yang diteliti meliputi umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman usahatani, peran penyuluh, dan dukungan kelembagaan sebagai variabel bebas, serta partisipasi petani sebagai variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi petani dalam Program Sekolah Lapang Kakao berada pada kategori tinggi. Partisipasi tinggi terlihat pada seluruh tahapan kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi program. Secara simultan, umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman usahatani, peran penyuluh, dan dukungan kelembagaan berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dengan nilai F hitung sebesar 3,648. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,463 menunjukkan bahwa 46,3% variasi partisipasi petani dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang diteliti, sedangkan 53,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, hanya variabel peran penyuluh yang berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani dengan nilai signifikansi 0,009 (<0,05) dan koefisien regresi sebesar 1,548 yang menunjukkan hubungan positif. Sementara itu, variabel umur, tingkat pendidikan formal, pengalaman usahatani, dan dukungan kelembagaan tidak berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyuluh memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong keterlibatan petani pada kegiatan Sekolah Lapang Kakao. Oleh karena itu, penguatan peran penyuluh sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan pendamping perlu terus ditingkatkan untuk mendukung keberhasilan program penyuluhan dan pengembangan usahatani kakao secara berkelanjutan di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.