Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik peternak kambing rakyat, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal usaha, serta merumuskan strategi pengembangan usaha ternak kambing di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Penelitian dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Responden peternak dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan convenience sampling terhadap responden expert seperti pegawai dinas peternakan, blantik, dokter hewan, peyuluh, dan tenaga harian lepas. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif serta analisis SWOT yang dilengkapi dengan matriks IFAS dan EFAS untuk menentukan strategi pengembangan usaha yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peternak kambing berada pada usia produktif dengan pekerjaan utama sebagai petani, memiliki tingkat pendidikan formal yang relatif rendah yaitu SD, pengalaman beternak kurang dari lima tahun, serta kepemilikan ternak rata-rata 8 ekor per peternak dengan status kepemilikan pribadi. Faktor internal yang mempengaruhi pengembangan usaha meliputi sumber daya manusia, manajemen pemeliharaan, permodalan, dan manajemen usaha, sedangkan faktor eksternal meliputi kondisi ekonomi, sosial budaya, kebijakan pemerintah, dan perkembangan teknologi. Berdasarkan hasil analisis SWOT, usaha ternak kambing rakyat di Kecamatan Polokarto berada pada kuadran I dengan nilai koordinat sumbu “x” yaitu 0,09 dan sumbu “y” yaitu 0,20 yang menunjukkan kondisi strategi agresif sehingga strategi pengembangan paling kuat yang dapat diterapkan adalah memanfaatkan akses pemasaran ternak yang mudah dengan mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk memperluas jangkauan, mengoptimalkan kemudahan akses pemasaran untuk memperluas distribusi dan menjangkau pasar kambing yang lebih luas di Indonesia, memanfaatkan kemudahan memperoleh bibit kambing untuk meningkatkan produksi ternak guna memenuhi permintaan daging kambing yang terus meningkat.